Air Laut Naik, 200 Orang Mengungsi

Kompas 2009-07-24/E-paper: Nusantara hal 23

Ende – Sekitar 200 orang di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/7), mengungsi karena rumah terendam air laut setinggi lutut orang dewasa saat pasang.

Pada pukul 10.00 Wita, gelombang laut makin tinggi dan mengempas sejauh lebih kurang 50 meter dari bibir pantai.

Sebanyak 50 rumah di Kelurahan Tanjung terkena empasan gelombang. Gelombang laut mereda sekitar pukul 13.30 Wita.

”Hari Rabu pukul 23.00, air laut naik ke darat, tetapi tidak sampai masuk rumah,” kata Alias Asa, warga Kelurahan Tanjung.

Ny Sahidah Rasyid, warga lain, menuturkan, pasang air laut terjadi tiap tahun, tetapi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tinggi gelombang laut sekitar 5 meter.

Warga Kelurahan Tanjung lain, Harun Lili, mengatakan, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kejadian pasang air laut berlangsung sekitar 4 hari, tetapi mungkin bisa lebih.

”Prosesnya hanya beberapa jam, seperti hari ini dari pukul 10.00 sampai pukul 13.00. Jika malam hari, misalnya pukul 23.00, esok pukul 11.00 akan kembali terjadi,” kata Harun.

Warga dapat menyelamatkan barang-barang berharga mereka dibantu aparat TNI AD. Mereka mengungsi ke rumah kerabat yang letaknya lebih aman atau lebih tinggi.

Komandan Komando Rayon Militer 1602-01 Kodim Ende Kapten Infanteri Supriadi saat evakuasi mengatakan, pihaknya mengerahkan 40 personel TNI AD untuk membantu warga mengangkut barang.

Lurah Tanjung Mohamad Ibrahim menyatakan, pihak kelurahan dan kecamatan menawarkan tenda bagi pengungsi, tetapi warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Menurut Camat Ende Selatan Ismail Petorsila, daerah yang diterjang pasang air laut itu merupakan daerah larangan untuk hunian karena ada bahaya abrasi.

”Pihak pemkab sudah mendorong warga untuk pindah ke tempat lain, tetapi mereka masih memilih tinggal di sini,” kata Ismail.

Ny Hadijah Ridwan, warga setempat, menyatakan belum bisa pindah rumah karena bantuan material yang dijanjikan pemkab belum diberikan.

”Saya bersama Ibu Aisyah Abdullah dan Pak Syahrir Ibrahim belum menerima bantuan material untuk pembangunan rumah di tempat baru.

Tahun 2004 pernah dijanjikan 10 zak semen, 30 seng, dan kayu sekian kubik, tetapi berhubung saat itu saya belum mempunyai tanah di tempat lain, saya belum mau menerima bantuan tersebut,” kata Ny Hadijah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: