60 Persen Lingkungan Rusak Ditinggal Penambang Liar

Kendari Ekspres 2009-07-24/Sultra Raya: hal 16

Anggota DPRD Kabupaten Bombana periode 2004-2009, Dirman Waate SPd mengungkapkan, akibat ulah puluhan ribu penambang liar yang masuk ke lokasi tambang emas Kabupaten Bombana membuat lingkungan di wilayah tersebut menjadi rusak sekitar 60 persen.

Tak pelak, anggota dewan tersebut meminta kepada para penambang liar untuk menghentikan kegiatannya selanjutnya pemerintah daerah harus mencari solusi dengan menyediakan lahan tambang untuk mereka (penambang liar).

“Saya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana agar menyediakan lahan bagi penambang tradisional, agar kerusakan lingkungan dapat diminimalisir,” katanya.

Demi keselamatan lingkungan di lokasi tambang emas Bombana, Dirman Waate dan rekan-rekan anggota dewan Bombana lainnya sudah melakukan studi banding ke tambang emas Pongkor Bogor (Jawa Barat).

Di sana (Pongkor) pemerintah setempat menyediakan lahan bagi para penambang tradisional, sehingga kerusakan lingkungan akibat penambang tradisional dapat dihindari.

“Kami sudah mengusulkan kepada Pemkab Bombana untuk menyediakan lahan bagi para penambang tradisional dan usulan tersebut sudah ditindaklanjuti Pemkab dengan menyediakan lahan di wilayah Satuan Pemukinan (SP) 2 seluas kurang lebih 200 hektare. Sekarang DPRD dan Pemkab sedang mengkaji siapa-siapa yang berhak mendulang di lahan tersebut,” katanya.

Dijelaskan, selain lingkungan di sekitar lokasi tambang emas rusak juga termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) terhambat. Sungai-sungai di lokasi tambang emas hampir semuanya tidak dapat lagi berfungsi sebagaimana biasa, akibatnya para petani sawah dan pekerja kebun berteriak.

Tidak dapat dipungkiri, sungai tidak lagi dialiri air tetapi lumpurlah yang dominan. Tanaman padi mati tertimpa lumpur-lumpur sisa dulangan, para petani menjadi rugi karena hasil panen semakin menurun, selain itu habitat di sungai menjadi hancur. Ikan-ikan dan tumbuhan air lainnya mati seketika dikarenakan penggunaan bahan kimia (merkuri) oleh para pendulang liar.

Dirman Waate sangat mendukung penuh kehadiran investor di lokasi tambang emas Bombana. “Kalau penambang liar hanya meninggalkan kerusakan lingkungan, tapi investor setelah melakukan ekplorasi dan eksploitasi dia pasti melakukan pemulihan lingkungan dengan profesional karena hal ini sudah tertuan dalam izin Kuasa Penambangan (KP),” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: