Insiden Di Tambang Emas

Kendari Pos 2009-07-23/Opini: Hal 4

Kawasan tambang emas Bombana telah mengundang banyak orang untuk berinvestasi. Mereka ingin berusaha di aats tanah yang mengandung emas tersebut, dan sudah barang tentu dalam melakukan aktivitas, apara penambang tidak hambatan yang merugikan.

Orang berinvestasi pun muncul dalam aneka macam bentuk. Yang punya modal banyak, modal tanggung, modal sedikit hingga modal dengkul berjibaku di hamaparan sama. Satu sama lain saling bersingguhan dalam areal tambang.

Dan inilah keadaan yang rawan konflik.

Artinya, tidak ada perbedaan perlakuan anatara investor tambang emas yang benar-benar memiliki pabrik pengolahan emas, punya kantor adminstrasi, punya ribuan karyawan seperti perusahaan tambang besar sekelas PT Antam dan Freefort.

Yang ada hanyalah pengusaha yang memiliki loader, truk, mesin pompa air, dan pipa ukuran 3 inci serta punya sedikit uang untuk membayar keamanan.

Artinya, tidak ada perbedaan perlakuan investor dengan penambang emas biasa. Sama-sama menggali tanah dan sama-sama mengantongi AMDAL formalitas.

Kalau ini, yang terjadi, jangan heran kalau kemudian muncul perselisihan di lapangan. Dan kalau perselisihan terjadi, maka penamabng yang memiliki modal lebih besar sudah pasti akan keluar.

Mestinya, kalau semua pihak ingin kawasan tambang emas Bombana bersih dari perselisihan, tidak ada pilihan lain selain menerapkan aturan sungguh-sungguh . Tidak akan ada perselisihan kalau areal tambang di ketatkan aturan dengan prinsip saling menguntungkan.

Tidak akan ada perselisihan kalau areal tambang, mesin pompa air benar-benar dilarang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Yang punya”back” dengan gamapang memasukkan mesin pompa air. Yang punya keluarga pengamanan kawasan tambang, bebas masuk dan tak punya keluarga ditarik bayaran. Inilah yang  membuat konflik lokasi tersebut.

Masalah lain juga muncul, ketika aparat pemilik tanah merasa tanahnya telah dicaplok para penambang, baik itu penambang perorangan maupun penamabang yang menamakan diri investor.

Apapun alasannya, pemerintah setempat wajib membuat aturan main, yang lagi-lagi prinsipnya-saling menguntungkan.

Penambang yang memilki truk dan alat-alat berat lainnya tidak melakukan monopoli karena rakyat yang lain juga ingin berusaha dan bersedia ditarik retribusi darinya.

Karena itu, tidak salah kalau penambang bermodal cukup dikavlingkan areal tertentu, demikian masyarakat patut dikavlingkan di areal tertentu pula sebagai tempat penambangn rakyat. Tanpa ini, Bombana akan terus bergejolak karena rakyat menyadari bahwa dalam kawasan tambang emas ada ketidakberesan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: