Tim Gabungan Tertibkan Izin Sumur Bor

Kendari Ekspres 2009-07-22/Kota Ekspres Hal 8

Kendari— Tim gabungan dari unsur Polres, Dinas Sumber Daya Alam (SDA) kota, satpol PP, bagian hukum kota dan koordinaor PPNS, selama dua hari sejak Selasa kemarin melakukan operasi gabungan terkait perda No. 10 tahun 2002 tentang pengelohan air bawah tanah, sasarannya hotel, restoran, ruko pencucian mobil dan motor yang menggunakan pemanfaatan air di bawah tanah wilayah Kota Kendari.

Koordinator pelaksana operasi Yusrianto SH Msi menyatakan bahwa, operasi dilakukan pada sifatnya komersil. Berdasarkan data invantesir DInas SDA kota, ada 10 tempat usaha pencucian mobil dan motor menggunakan air dibawah tanah dan belum memiliki izin pemanfaatannya.

“Untuk hari ini, kami akan melakukan operasi awal di sepuluh tempat tersebut, berikutnya di ruko, hotel, dan restoran”, katanya.

Mereka akan diberikan kesempatan pengurusan izin selama satu minggu, setelah operasi penertiban izin pengelalaan air bawah tanah ini dilakukan.

Bila, dalam satu minggu tidak ada respon dan pihak pengelola usaha, kami akan memberikan tindakan sesuai aturan yang ada.

Berdasarkan hasil operasi hari ini, rata-rata izin pemanfaatannya telah mati, penyebabnya masyarakat belum memahami”, ujarnya.

“Rata-rata pemilik usaha mengira, suarat izin hanya berlaku pada pemboran saja, seharusnya ada juga surat izin pemanfaatan air. Sebenarnya, dalam izin pemboran yang dikeluarkan ada tertera tentang izin pemanfaatannya dan berlaku selama dua tahun, tapi masyarakat karena kesibukannya sehinga tidak memperhatikan.

Pemilik tinggal mengurus perpanjangannya, dan setiap dua tahun harus melakukan perpanjangan”, jelasnya.

Adanya ketidaktahuan masyarakat terkait izin tersebut. Maka operasi dilakukan selain penertiban izin juga melakukan sosialisasi.

Salah satu pemilik usaha pencucian mobil dan motor Jaburalh Mur Jabar mengungkapkan respon positifnya terhadap operasi tersebut. Sebagai wujud perhatian pihak pemerintah, untuk melihat lebih dekat, sejauh mana bisnisnya mengikuti aturan yang ada.

Hal senada juga dikatakan Muh. Salib pemilik usaha pencucian mobil dan motor bahwa, sumur bor miliknya memiliki izin pengeoran, tetapi dirinya tidak mengetahui ada perpanjangan sebagai izin pemanfaatan air bawah tanah.

Sebelum mengakhiri pembicaraannya, Yusrianto menghimbau pada masyarakat untuk melakukan pengurusan izin pemanfaatan air bawah tanah yang sifatnya komersil.

“Kegiatan ini selain untuk operasi penertiban izin juga sosialisasi bagi pemilik sumur bor yang jangka waktu izinnya telah mati”, himbaunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: