Keterangan Polisi dan Saksi Mata Berbeda

Media Sultra 2009-07-21/Selekta: hal 12

Kendari– Pasca penembakan oleh aparat kepolisian yang mengenai dua orang pendulang tradisonal di Bombana yakni Jasmani (24), dan Karianto (29) yang keduanya warga asal Sulawesi Tengah, Kamis lalu.

Menurut Kapolda Brigjen (Pol) Djoko Satriyo yang ditemui wartawan, Minggu (19/7) menyatakan, penembakan tersebut terpaksa dilakukan karena ribuan warga tiba-tiba hendak menyerang kantor PT Panca Logam Makmur dan merusak alat milik perusahaan.

Sebelumnya polisi setempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan namun tidak diindahkan olegh warga.

Menurut Kapolda, insiden tersebut terjadi dalam lokasi PT panca Logam sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat ini kepolisian telah memeriksa 70 orang pendulang emas tradisional. Dua diantaranya yang tertembak yakni Jasmin dan Karianto langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengetahui aktor penggerak aksi penyerangan kantor PT Panca Logam Makmur yang diklaim oleh pihak perusahaan dan polisi.

Polda juga akan memeriksa sejumlah anggota polisi yang diduga melakukan penembakan.

“Hampir semua warga disana datang dari luar Bombana, dan ini pasti ada yang menggerakkan”, ungkapnya.

Pasca penembakan dua pendulang tersebut, situasi disekitar penambangan SP8 dan SP9 kembali aman.

Pernyataan polisi ini berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh salah satu saksi mata.

AT, salah satu saksi mata yang kebetulan rekan korban menyatakan, peristiwa itu terjadi diluar konsesi PT Panca Logam.

Saat ini tidak ada penyerangan oleh warga seperti yang dklaim oleh pihak kepolisian.

Warga lainnya baru mendatangi PT Panca Logam hari Jumat pagi, setelah peristiwa malam itu. Mereka datang memprotes sekaligus aksi solidaritas atas penemabakan rekan-rekan mereka.

“Kami justru didatangi dan ditembaki oleh petugas”, ungkapnya.

AT menceritkan kronologis insiden tersebut. Saat itu, ia pergi ke warung Maina membeli rokok, namun tiba-tiba ia mendengar suara tembakan 7 kali.

Dua kali mengarah ke atas dan lima kali tembakan mengarah ke sasaran. Ia bersama delapan rekannya langsung mendekat ke arah tembakan tersebut. Namun, naas menimpa dua rekannya yang berada paling depan, Ia terkena tembakan bagian punggungnya dan bagian kakinya oleh aparat menggendarai mobil open cap warna putih.

Pasca penembakan tersebut, polisi kembali melanjutkan penyisirannya dan berhasil mengiring 70 orang pendulang tradisional ke kantor PT Panca Logam sekitar pukul 03.00 dini hari Wita.

Mereka diperiksa dan introgasi oleh polisi. Menurut pengakuan AT, mereka disiksa dan ditelanjangi oleh aparat kepolisian. Duit milik AT Rp 8 juta dan puluhan HP milik warga lainnya diambil aparat.

“Tenda-tenda, mesin dan makanan kami juga dibakar”, ungkapnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: