Kenali Asap Sebelum Taklukkan Api

Kompas 2009-07-21/E-paper: Nusantara hal 22

Siap kerja 24 jam tiap hari tanpa libur untuk memadamkan api adalah komitmen para pemadam kebakaran. Terbukti, pada Minggu (19/7), para pemadam yang tergabung dalam beberapa kelompok bahu-membahu memadamkan lima titik kebakaran lahan, masing-masing seluas 1 hingga 2 hektar di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Setelah beberapa kali menyaksikan kebakaran lahan, para petugas pemadam melihat perbedaan jenis asap. Ada yang tebal mengepul berwarna hitam, ada yang tipis berwarna putih.

Menurut Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Gunawan Budi di Palangkaraya, Senin (20/7), hal itu penting dilakukan untuk mengenali jenis asap di lokasi.

”Asap tebal dan hitam menandakan api membakar bahan yang sudah kering, seperti ranting belukar hasil tebasan di atas permukaan tanah,” kata Gunawan. Jenis asap ini lazim muncul pada menit-menit awal kebakaran lahan.

Ada dua kemungkinan. Jika asap tebal hitam kemudian menipis dan berangsur hilang, menandakan kebakaran belukar sudah teratasi karena bahan yang terbakar habis atau tersiram air regu pemadam.

Jika menipisnya asap tebal hitam disusul munculnya asap putih, berarti api merambat ke gambut di bawah tanah. Bahan yang terbakar relatif lembab.

”Kalau asap putih terlihat, prosedur dan teknis pemadaman gambut yang dijalankan,” kata Gunawan.

Untuk mencegah meluasnya kebakaran, pemadam menggali parit sedalam 2 hingga 3 meter untuk memotong jalur perambatan bara di gambut.

Selanjutnya, mereka memadamkan bara di bawah permukaan tanah menggunakan suntikan gambut, yakni tabung logam berlubang-lubang yang dipasang di ujung selang.

Tabung logam dilesakkan ke dalam tanah, air yang dipompa dapat menyembur untuk memadamkan bara gambut di bawah tanah.

Selain soal ketebalan dan warna asap, para pemadam juga harus memerhatikan pergerakan asap terkait arah angin. Pada kebakaran besar, pemadam dilarang keras memadamkan api dari arah depan. Sebab, bila asap menerpa, pemadam bisa kekurangan oksigen dan pingsan.

Pemadam disarankan memadamkan dari sayap api, yaitu sisi kiri atau kanan lahan yang terbakar.

Sembari menunggu teman-teman mengulur ratusan meter selang dari mobil tangki ke lokasi kebakaran lahan di Kereng Bengkirai beberapa waktu lalu, Komandan Regu I UPTD Pemadam Kebakaran Palangkaraya Sucipto terlihat memukulmukulkan ranting ke belukar yang terbakar.

Selain untuk mematikan api, kata Sucipto, hal itu juga merupakan salah satu cara memisahkan semak terbakar dengan rumpun lain yang belum terbakar.

Di Markas Manggala Agni BKSDA Kalteng tersedia alat kepyok (tongkat panjang yang di ujungnya ada lembaran logam pipih dengan celah-celah serupa sodet penggorengan) yang fungsinya serupa dengan ranting yang dipakai Sucipto.

Instruktur Manggala Agni BKSDA Kalteng acap memberikan pelatihan teknik pemadaman kepada berbagai pihak. Kejelian mengamati karakter asap termasuk yang ditekankan bagi para pemadam sebelum terjun menaklukkan api. Jenis asap menentukan jenis alat dan prosedur pemadaman yang dipakai di lokasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: