Kekeringan, Warga Jati Bali Ritual Tolak Bala

Kendari Ekspres 2009-07-21/Sultra Raya: Hal 16

Andoolo–Ratusan ummat Hindu di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan menggelar ritual pembersihan desa.

Pembersihan dari berbagai bencana atau ngusaba Desa ngusaba nini. Hari ini, merupakan puncak acara akan dilangsungkan.

Kemarin, upacara ngusaba dimulai dengan penyucian pakaian pendeta yang memimpin upacara adat.

Sesajen dan kelengkapan upacara disediakan sejak pagi. Beraneka macam sesajen, buah dan makanan, yang hias dengan janur menambah panorama kemeriahan tirual tolak bala. Telah terjadinya kekeringan, dan bencana lainnya.

“Biasanya upacara seperti ini dilakukan 30 tahun sekali, tergantung kondisi desa,” Kata Ketua Adat Desa Jati Bali, I Wayan Sutama.

Serangkain upacara pembersihan telah dilakukan sejak tanggal 22 Juni lalu. Diawali upacara matur piuning atau penyampaian pada maha kuasa tentang rencana pelaksanaan upacara.

Upacara ngusaba Desa ngusaba nini, pertama kalinya dilakukan di Jati Bali.

Bencana kekeringan ditandai dengan adanya ratusan hektar sawah desa Jati Bali tidak bisa ditanami padi. Warga menggantinya dengan menanam palawija. Demikian, juga desa lainnya, sekitar Desa Jati Bali.

Sementara itu, antusias warga cukup tinggi mengikuti upacara. Hampir semua rumah tertutup dan sepi. Bahkan warga dari luar turut menyaksikan upacara tersebut.

“Ini jarang terjadi di Kota Kendari, makanya saya datang kesini untuk menyaksikan secara langsung”, ungkap Alin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: