Jalan Langganan Banjir, Panas Berhari-hari Jalan Masih Tergenang

Kendari Pos 2009-07-21/Metro Kendari : hal 9

Oleh Eko Mardiatmo

Secara historis, kelurahan Wandudoipi adalah daerah pemekaran dari kelurahan Lepo-lepo. Namun, bukan berarti Wandodupi baru memulai pembangunan infrastrukturnya.

Sarana jalan telah membelah kelurahan ini, bangunan sarat umur berdiri kaku di kiri dan kanan jalan tersebut.

Beberapa sarana vital penggenjot pembangunan berdiri di Wandudopi, sebut saja loket PLN , kampus STIK Avicenna, dan SPBU Lepo-lepo.

Tidak ketinggalan kompleks perumahan yang berdiri saling berseberangan jalan.

Semakin waktu, jumlah bangunan yang berdiri di Wondudopi semakin bertambah. Disatu sisi pembangunan ini mereflleksikan cita perkembangan kota yang sehat, terus bertumbuh seiring perkembangan waktu.

Tapi disisi lain, pembangunan tersebut juga meninggalkan problem yang tidak mudah untuk ditanggulangi.

Efek dari problem pembangunan di Wandudopi, akan muncul saat hujan. Guyuran air dari langit tidak mampu lagi serap oleh tanah akibat luasannya yang semakin sempit. Akibatnya, lokasi yang letaknya lebih rendah akan menanggung beban air sepanjang musim penghujan.

Mungkin hal itu yang tidak sadari saat pembangunan infrastruktur di Wandudopi. Di sepanjang jalur dari bundaran Lepo-lepo di jalan Poros Y Wayong By Pass menuju arah Pasar Baru, hampir tidak tersentuh dengan pembangunan drainase.

Padahal drainase sangat dibutuhkan untuk mengalirkan air dengan volume tertentu ke tempat lebih aman. Untuk kelurahan Wandudopi, mungkin tempat pengaliran air teraman di Sungai Wanggu.

Arban Inring, seorang warga Wandudopi, menyatakan sudah sejak lama masalah drainase menjadi pembicaraan di kelurahannya tersebut.

Ia mengisahkan, saat hujan kompleks perumahan Lepo-Lepo Indah ke arah SPBU akan tergenang aiar. Hal itu, kareana topografi tanahnya lebih rendah. Akibatnya air daerah lain, akan tertampung dimana-mana.

“Untung saja, hujan kemarin tidak terlalu keras, kalaupun dua hari lamanya. Seandainya hujannya lebat, air pasti masuk ke dalam rumah”, ungkapnya.

Tidak heran, empat hari pasca hujan, perumahan tersebut masih dikelilingi air sehingga tampak berada di tengah danau. Parahnya, tanah yang biasanya menjadi kanal alami air saat musim hujan, kini sudah berdiri perumahan dan ruko yang lokasinya tepat di belakang SPBU.

Hanya SPBU saja menyediakan drainase kecil untuk tempat mengalirnya air. Tapi, tidak cukup panjang sehingga air tidak cukup panjang sehingga air tetap bisa mengalir.

Imbasnya, paling terasa di perumahan Graha BNI Permai. Pasca empat hari diguyur hujan, perumahan yang lokasinya berhadapan dengan STIE Avicenna.

Pihak developer sebenarnya menyediakan parit kecil untuk mengalirkan ke daerah yang lebih aman. Tapi, lagi-lagi itu tidak menjadi solusi permanen, sebab paritnya hanya mengarahkan air ke sisi luar kompleks perumahan, tepatnya di ” danau” lain.

Parit yang disediakan developer sangat kecil dan dangkal. Lebarnya hanya sekitar 30 cm dengan kedalaman sekitar 20 cm.

Bahkan saat hujan, “danau” mengelilingi perumahan tersebut, saling berebutan menumpahkan airnya ke perumahan, sehingga relatif sulit untuk memisahkan perumahan di Wandudopi dengan banjir.

“Seharusnya ini dipikirkan matang-matang bagaimana penyelesaiannya agar kita tidak kebanjiran terusnya”, harapnya.

Menurut Kabid Sosbud Bappeda Kendari, Rahman menyatakan pembangunan drainase sebenarnya sudah pernah diusulkan saat musrenbang beberapa waktu lalu. Katanya untuk tahun 2009-2010 harus ada pembangunan lintas satu utnuk drainase.

Bahkan, katanya pernah ada rencana pembuatan box officer oleh Dinas PU, sayangnya dipindahkan “Mungkin PU merasa Wandudopi belum memenuhi syarat untuk dibangun box officer“, ungkapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: