Masihkah Amdal Dibilang Penting ?

Kendari Ekspres 2009-07-16/Kota Ekspres: Hal 8

60 % sungguh angka yang cukup fantastis dari persentase jumlah jenis usaha yang tidak memilki dokumen Amdal di Kota Kendari. Sebagai kota yang terbilang pesat perkembangan pembangunanya, Kendari hingga mendapat gelar baru sebagai kota ruko.

Begitu banyak ruko yang berjejeran sepanjang jalan protokol di kota ini, sampai pemerintah setempat terlena hingga mengabaikan pentingnya dokumen Amdal bagi ruko-ruko itu.

Oleh : La Ode Muh. Syawal

Kendari–Bahkan bukan hanya ruko, sejumlah pembangunan lain bisa jadi juga belum memiliki Amdal. Satu contoh, pembangunan pelabuhan Bungkutoko. Proyek mega rintisan pemerintah kota itu hingga kini belum juga memilikii Amdal.

Tarik ulur antara pemerintah kota dengan propinsi mengakibatkan proyek yang belum lama ini peletakkan batu pertamanya oleh Gubernur Sultra, Nur Alam SE tidak memiliki Amdal.

Proses Amdal cukup penting, namun terus diabaikan dengan pemerintah setempat. Bahkan, pom bensin Tapak Kuda pun dulu sempat santer diberitakan belum mengantongi Amdal.

Entah kini sudah ada atau belum, semua jawabannya ada dalam kategori 60 % jenis usaha tak beramdal seperti diungkapkan, Kabid Tata Lingkungan dan Amdal Kota Kendari Anwar Sanusi SH.

Perda tentang Amdal nampaknya tak lagi berfungsi. Padahal dalam perda itu cukup tegas mengatakan, sebelum ada izin IMB, dokumen Amdal yang harus didahulukan.

Sekitar bulan Januari 2009 yang lalu, masih tersave jelas dalam ingatan wartawan koran ini, debat eksekutif dan legsilatif saat pembahasan raperda Amdal, UKL, UPL dan SOP di kantor DPRD lalu yang sempat memanas mendiskusikan seputar legalitas pendirian bangunan di kota ini.

Namun bagai peribahasa “Anjing menggonggong kafilah pun berlalu” Legislatif kala itu mengkritik, eksekutif terus mendengarkan, dan ternyata, realisasinya nol besar.

Banyak bangunan yang hanya mengantongi dokumen IMB dikritik DPRD saat itu, tapi dokumen Amdalnya nihil. Bahkan, pihak DPRD sempat menganjurkan kepada eksekutif supaya dilakukan dulu penertiban terhadap bangunan-bangunan yang tidak memiliki Amdal, tapi sampai detik ini belum pernah dilakukan.

Salah seorang anggota DPRD Kota Kendari, Ir Hikman Ballagi kembali mempertanyakan kinerja instansi lingkungan hidup dan kantor perizinan. Sebagai instansi teknis yang mengetahui proses Amdal dan IMB, kedua instansi ini dinilai lalai mengatur regulasi kedua produk dokumen itu.

“Kita juga sudah cape mengingatkan, tapi mau diapa justru mereka cuek-cuek saja,” kata Hikman, kemarin (15/7).

Irama kedua produk dokumen itu sebenarnya ada di tangan eksekutif. Mana yang duluan diadakan, tergantung eksekutif. Tapi kenapa, eksekutif mau menerbitkan IMB jika aturan mengatakan sebelum IMB harus di Amdal dulu? Lantas, apakah pemilik bangunan, atau mungkin eksekutif, dalam hal ini pemerintah kota yang lalai?

Namanya juga pemodal, selaku pemilik usaha tidak mungkin menolak jika ada cara yang lebih cepat. Tanpa di Amdal pun, langsung IMB mereka tak mungkin menolak, malah “lebih cepat lebih baik”.

Ada terjadi kerusakan lingkungan akibat pembangunan usaha itu, masyarakat sekitar juga yang menanggung akibatnya.

Dokumen Amdal pada hakikatnya diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sebagai jaminan suatu kegiatan pembangunan supaya dapat berjalan berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup, semuanya sudah ditegaskan dalam aturan itu.

Termasuk juga, dalam dokumen Amdal itu memuat rencana kelola lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan masa depan. Jadi, cukup disayangkan bila salah kota dalam penataan kotanya tidak disertai dengan analisis Amdalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: