Anggaran Konservasi Masih Minim

Media Sultra 2009-06/Lingkungan: hal 5

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Dephut, Darori, menyatakan sampai saat ini tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk menjalankan program konservasi di Indonesia.

“Ditjen PHKA Dephut diberi alokasi dana sebesar RP 600 miliar untuk seluruh kegiatan perlindungan hutan, pelestarian alam termasuk konservasi. Tidak adanya anngaran khusus bagi konvervasi khusus bagi konservasi tertentu saja ini tak mencukupi”, ungkapanya (14/7).

Padahal, menurut ia, plasma nutfah pada kawasan konservasi di Indonesia yang harus di jaga tak ternialai, bahakan dibandingkan nilai kayunya yang hanya 5 persen.

Karena itu, tegas diakaui Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati (KKH), Dephut, harry Santoso, pihaknya sudah mulai menggagagas adanya dana bergulir untuk melaksanakan berbagai program konservasi.

“Pengelolaan kawasan konservasi tak hanya bisa lagi mengandalkan dana departemen yang dibagi-bagi untuk berbagai program krusial lainnya. Jadi, kita akan menyusun bagaimana bisa menjalankan program konservasi dengan dana bergulir, sehingga kegiatan konservasi bisa terus berjalan”, jelasnya.

Dengan dana konservasi yang minim, dituntut kreatif dan inovatif dalam mengupayakan beragam pelestarian flora dan fauna di hutan Indonesia, khususnya yang sudah masuk dalam daftar enangered species (spesies langka), seperti burung di Indonesia.

Salah satu upaya melestarikan spesies burung, dengan menerbitkan perangko seperti burung Indonesia.

Menurut Ia, jumlah spesies yang terancam punah di Indonesia sampai 2009 sebanyak 117 jenis dari 1.598 jenis.

Dephut, sudah memeperioritaskan 26 jenis burung yang ahrus dilestraikan. dari 26 jenis prioritas itu, 6 jenis yang kita publikasikan lewat penertiban perangko ini.

Berdasarkan data BirdLife International per Juni 2009, Indonesia berada pada posisi kelima dari lima negara dengan jumlah burung tertinggi (1.598 jenis).

Indonesia juga berada posisi ke3 dari lima negara dengan jenis burung terancam punah dan menjadi negara dengan endemisistas jenis burung tertinggi mengguli Peru, Brazil, Meksiko, dan Kolombia.

Sementara itu, dari hasil Lembaga Konservasi Dunia (Union for Conservation of Nature/IUCN), 117 jenis burung di Indoensia yang terancam punah di Indonesia diantaranya 68 jenis masuk kategori rentan, 32 jenis masuk kategori genting dan 17 jenis masuk kategori kritis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: