Si Pelindung kian Tergerus

Media Indonesia 2009-07-15/E-paper: Nusantara hal 7

Bekantan makin terdesak oleh penyusutan hutan bakau di Kalimantan Selatan

Sudah lebih dari 2 jam  berlalu, terik matahari pun semakin menyengat kulit
Fitri, 38, mulai beranjak dari duduknya. “Susah Mas, mungkin si hidung panjang enggak mau keluar,” ujarnya putus asa, pekan lalu.

Sejak pagi, ia dan rekannya, Khaidir, menunggu kemunculan bekantan (nasalis larvasus)di Pulau Bakut, pulau kecil yang ada di tengah-tengah aliran Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Kedua fotografer harian lokal di Kalimantan Selatan tersebut mencari lokasi pengintaian di atas Jembatan Barito, jembatan penyeberangan terpanjang di Kalimantan Selatan, yang posisinya cukup strategis karena berada tepat di samping pulau.

Dari atas jembatan terlihat sekelompok camar dan elang beterbangan. Sayang yang ditunggu-tunggu, si kera hidung panjang, belum menampakkan batang hidung.

Bekantan yang menjadi maskot daerah Kalimantan Selatan memang terkenal binatang pemalu. Untuk melihat dan mengambil gambarnya perlu kesabaran
Kondisi Pulau Bakut sendiri kini cukup memprihatinkan.

Berbagai jenis pohon bakau yang dulu tumbuh di sana sudah rusak
Padahal, kawasan tersebut merupakan habitat berbagai jenis flora dari kelompok burung dan kera, termasuk bekantan.

Hutan bakau berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi karena mampu meredam gelombang laut. Bakau juga bisa mempercepat pengendapan lumpur di pantai dan mengurangi pencemaran serta intrusi air laut ke daratan.

Hal yang tidak kalah pentingnya lagi, ekosistem ini merupakan tempat perkembangbiakan biota laut jenis ikan, udang, dan kepiting.

Kerusakan bakau seperti di Pulau Bakut terjadi merata di sepanjang pesisir wilayah Kalimantan Selatan. Termasuk di Pulau Kembang, pulau yang menjual daya tarik wisata.

Menurut data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) setempat, kawasan hutan bakau di Kalimantan Selatan panjangnya 450 kilometer atau sekitar 120.780 hektare, dari 1.331 kilometer panjang pantai yang ada.

Kawasan ini berada di sepanjang pesisir dan pulau di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Saat ini diperkirakan 30% hutan mangrove kita sudah kritis dan perlu penanganan serius,” ungkap Kepala BPLHD Kalimantan Selatan, Rahmadi Kurdi.

Terus dirambah Hilangnya kawasan bakau di Kalimantan Selatan disebabkan maraknya aksi alih fungsi untuk dijadikan areal tambak, permukiman pesisir, industri, dan pelabuhan khusus.

Bahkan kayu-kayu hutan bakau dari jenis rambai, bidara, warakas, api-api, dan jelapat dibabat habis untuk kepentingan industri perkayuan seiring dengan keterbatasan bahan baku kayu saat ini.

Menurut Rahmadi Kurdi, perlu ada tindakan tegas dari pemerintah daerah terkait dengan aksi alih fungsi tersebut. Sebab aksi perambahan hutan bakau terus berlangsung di lapangan.

Pemerintah Kalimantan Selatan sendiri sedang menggodok draf peraturan daerah mengenai pemanfaatan kawasan pesisir demi menyelamatkan hutan bakau yang tersisa.

Rusaknya hutan bakau membawa dampak kerusakan lingkungan dan habitat binatang pantai. Pada gilirannya, kerusakan tersebut berujung pada penyusutan pendapatan masyarakat nelayan dari sektor perikanan.

Adapun kerusakan hutan bakau yang paling parah terjadi di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru
Keduanya mempunyai hutan bakau seluas 100 ribu hektare.

“Pemerintah telah menetap- kan program rehabilitasi hutan mangrove guna mengembalikan fungsi dan manfaat kawasan hutan bakau,” paparnya
Beberapa waktu lalu, BPLHD menanam 1.000 pohon bakau jenis rambai di sekitar Sungai Barito dan Pulau Bakut.

Jenis pohon rambai dipilih tidak lain untuk menjaga ketersediaan pangan bagi si kera hidung panjang yang terancam punah. Daun dan buah pohon ini merupakan sumber makanan utama bekantan.

Pemerhati satwa M Ariffin membenarkan bahwa saat ini keberadaan bekantan kian terancam akibat menghilangnya hutan mangrove yang menjadi habitat dan sumber makanan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: