Musim Kemarau, Warga Sidomulyo Serbu Sumur Pinggir Sungai

Kompas 2009-07-15/Berita Terkini

Kulon Progo – Musim kemarau baru berlangsung selama beberapa pekan, namun kondisi sumur warga Desa Sidomulyo, Pengasih, sudah banyak yang kering. Guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga mulai menyerbu sejumlah sumur di tepi sungai yang masih mengeluarkan air.

Menurut Sadikin (40), warga Dusun Nabin, surutnya air sumur sudah terjadi sejak pekan lalu. Air yang tersisa di dasar sumur sedalam 10 meter miliknya sudah keruh dan tidak layak konsumsi. Ia tak bisa menggali ulang sumurnya karena membutuhkan biaya yang besar.

“Mulai minggu kemarin saya terpaksa mencari air ke tepi sungai. Setiap hari saya berjalan kaki kira-kira sejauh dua kilometer sambil membawa jeriken bolak-balik,” kata Sadikin saat ditemui di tepi Sungai Serang, Rabu (15/7).

Sukimin (38), warga Nabin yang lain, mengaku mengangkut jeriken air hingga lebih dari 100 liter per hari karena jarak antara sumber air dengan rumahnya cukup jauh, sekitar dua kilometer.

Untuk mengangkut lima j eriken air, ia harus menggunakan sepeda motor dengan keranjang bambu di jok.

Saat ini, jumlah warga yang mengambil air di sumur tepi sungai belum begitu banyak. Menurut Sukimin, rata-rata per hari masih sekitar 10-20 orang. Tetapi, saat puncak musim kemarau, sekitar Agustus hingga September nanti, jumlah itu bisa bertambah hingga lima kali lipat.

“Antrian jeriken dan warga bisa sampai jauh. Warga akan mengantri sedini mungkin, bahkan sejak sebelum subuh,” ujar Sukimin yang bekerja serabutan sebagai buruh tani itu.

Untuk membeli air baku dari perusahaan daerah air minum (PDAM), warga mengaku tidak mampu. Menurut Supriyati (30), harga air cukup mahal. Karena itu, jika sumur tepi sungai kering, ia tidak tahu harus mencari air ke mana lagi.

Terpisah, Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Kulon Progo Jumantoro menyangkal harga air mahal. Menurutnya, harga air tetap sama seperti tahun lalu, yakni Rp 150.000 per tangki isi 4.000 liter.

Ia juga memastikan harga air tidak akan naik karena suplai dari mata air Clereng dan Waduk Sermo relatif stabil.

Jika warga tidak mampu membeli air, mereka juga bisa mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah daerah. “Kami siap menyalurkan air secara cuma-cuma dengan dukungan empat truk pengangkut,” kata Jumantoro.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo Untung Waluya mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana dari pos bantuan tidak terduga APBD.

Dengan begitu, jumlah ajuan bantuan air bersih tahun ini tidak dibatasi. Untuk mengajukan bantuan, warga hanya perlu membuat proposal kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Bantuan air dipastikan langsung sampai maksi mal satu hari setelah proposal diajukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: