Mahasiswa Tuntut Kejati Bertindak

Kompas  2009-07-15/E-paper: Humaniora

Jambi- Sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Hutan Jambi berunjuk rasa di gedung Kejaksaan Tinggi Jambi, Selasa (14/7).

Mahasiswa menuntut Kepala Kejati agar mengusut tuntas kasus-kasus pembalakan liar yang menyebabkan rusaknya hutan di wilayah Provinsi Jambi.

Unjuk rasa yang berlangsung sekitar pukul 11.00 itu diikuti gabungan kelompok mahasiswa Universitas Jambi, IAIN Sultan Thaha Syaifuddin, dan Universitas Batanghari

Koordinator Lapangan AMPUH Jambi, Abdul Hamid, mengatakan, sekitar 40 persen hutan produksi di Provinsi Jambi rusak akibat pembalakan liar. Ini merupakan dampak otonomi daerah, yang membuat daerah-daerah lalu menerbitkan banyak izin pembukaan hutan.

”Sebagian izin yang diberikan telah disalahgunakan untuk melegalisir kayu hasil penebangan liar,” ujar dia.

Sejumlah perizinan tersebut adalah izin pemanfaatan kayu rakyat (IPKR) dan izin pemanfaatan hasil hutan (IPHH). Tumpang-tindih perizinan yang dikeluarkan dinas kehutanan di daerah juga kerap terjadi.

Ia melanjutkan, sejumlah kasus pembalakan liar tidak tuntas diusut oleh penegak hukum. Dia mencontohkan, terdapat kejanggalan pada kasus ditangkapnya 15 meter kubik kayu jenis kayu mersawa, balam, dan kruing di Kabupaten Sarolangun.

Mahasiswa menyebutkan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sarolangun belum mengeluarkan izin pemanfaatan kayu di sana.

Namun, terjadi pengambilan kayu dari dalam hutan oleh warga setempat. Kemudian dalam pengusutan kasus tersebut, ternyata terjadi kejanggalan.

”Pencuri kayu itu dibebaskan polisi dari tahanan,” ujar Abdul Hamid.

Oleh karena itu, lanjutnya, para mahasiswa menuntut Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi agar mengusut tuntas kasus pembalakan liar yang masih terus terjadi.

Tuntutan disampaikan setelah permohonan dengar pendapat yang diupayakan mahasiswa, dan tidak pernah dilaksanakan kejati sejak satu bulan lalu.

Mereka juga meminta Dinas Kehutanan Provinsi Jambi agar melakukan verifikasi seluruh hutan di Provinsi Jambi dan memperketat proses perizinan pemanfaatan hutan di Jambi.

Upaya pendemo bertemu Kepala Kejati tidak berhasil karena Kepala Kejati Jambi Daniel Tombe tidak berada di kantor.

Jaksa Keamanan Kejati Jambi Djaka B Wibisana yang menemui para pendemo mengatakan bahwa pihaknya akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke Kepala Kejati Jambi, terkait tuntutan untuk menyelesaikan kasus pembalakan liar yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: