Asap Berpotensi Kepung Malaysia dan Singapura

Melonjaknya jumlah titik di kawasan Pulau Sumatra, berpotensi mengirim kabut asap ke Malaysia dan Singapura

Media Indonesia 2009-07-15/E-paper: Nusantara hal 8

Kebakaran di Sumatra telah mengakibatkan munculnya 228 titik api (hot spot) yang tersebar di tujuh provinsi.

Kepala Seksi Observasi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofi sika (BMKG) Pekanbaru Yohanes Drajat Bintoro mengatakan kabut asap pekat yang menumpuk di Pulau Sumatra bergerak mengarah ke negeri jiran, Malaysia dan Singapura.

‘’Tiupan angin berkecepatan 5-12 knot dari tenggara dan barat daya mendorong kabut asap ke arah timur laut menuju Malaysia dan Singapura.

Asap kiriman ini diperkirakan dalam waktu dekat akan menyelimuti negara tetangga tersebut,’’ kata Yohanes di Pekanbaru, kemarin.

Berdasarkan pemantauan terakhir satelit National Oceanic Atmospheric and Administration (NOAA) 18, Sumatra memiliki sebaran titik api sebanyak 228 di tujuh provinsi.

Titik api terbesar berada di Riau, yakni sebanyak 140 titik, kemudian Jambi 37 titik, Sumatra Selatan 7, Sumatra Barat 5, Bangka Belitung 3, dan Bengkulu 2 titik.

‘’Untuk Riau, titik api kebakaran hutan tersebar merata di seluruh kabupaten/kota
Jumlah titik api diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

’’ Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Riau Syaid Nurjaya mengutarakan, Departemen Perhubungan (Dephub) menjanjikan bantuan pemadaman kebakaran lahan dengan cara hujan buatan dan bom air.

‘’Kami telah mengirimkan permintaan pengiriman pesawat dan helikopter untuk melakukan hujan buatan guna memadamkan api dan asap kebakaran lahan di Riau. Dephub (Departemen Perhubungan) berjanji bantuan dan pelaksanaan kegiatan itu dilaksanakan pada 21 Juli nanti,’’ ujarnya.

Ia juga mengutarakan tim pemadam yang berjumlah sekitar 200 personel telah dikirim untuk memadamkan api di lahan yang rata-rata merupakan lahan gambut.

Namun, tim dengan peralatan yang terbatas mengalami kesulitan memadamkan api. Sementara itu, kondisi di lapangan sangat berbahaya karena terdiri dari lahan gambut berkedalaman lebih dari 8 meter.

‘’Tim hanya menguasai kobaran api di atas lahan gambut.’’ Ia menambahkan, saat ini tercatat lebih kurang 6.000 hektare hutan dan lahan sudah habis terbakar. ‘’Untuk Rokan Hilir, luas lahan terbakar sudah mencapai 3.000 hektare.

Kebakaran itu terjadi di Kecamatan Kubu,’’ ujarnya. Jarak pandang Kabut asap juga menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya. Daerah yang terkena kabut asap cukup tebal terutama di kawasan pinggiran Kota Pontianak, seperti Kota Baru, Jalan Ampera, Jalan Purnama, Sungai Raya Dalam, Siantan, dan Parit Haji Husin II.

Jarak pandang di kawasan Kota Baru pada pagi hari sekitar 50 meter
Akibat kebakaran lahan yang terjadi sejak dua bulan terakhir di Provinsi Kalimantan Tengah, jarak pandang di sejumlah ruas di Jalan TransKalimantan, terutama pada pagi hari berkisar 5 meter.

Hal itu diungkapkan staf pengolah data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Andreas Dody, kemarin, ketika dihubungi saat pihaknya melintasi Jalan Trans-Kalimantan dari Kota Palangkaraya menuju Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sejumlah pengendara terpaksa menghentikan kendaraan mereka menunggu jarak pandang aman untuk berkendaraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: