Saat Perburuan Badak Memuncak

Media Indonesia 2009-07-14/e-Paper: Pop Lingkungan hal 17

Jual beli cula badak tergolong bisnis besar di Afrika dan Asia
Kelompok konservasi mewanti-wanti saat ini angka penangkapan ilegal tergolong fenomenal. Jumlahnya paling tinggi dalam 15 tahun terakhir.

Diperkirakan, jumlah badak yang terbunuh di wilayah selatan Benua Afrika meningkat empat kali lipat. Temuan tersebut diperlihatkan dalam pertemuan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) di Jenewa
“Badak sedang dalam situasi memilukan,” kata Heather Sohl, petugas kebijakan spesies WWF.

“Tahun ini, tahun yang paling buruk. Penangkapan badak merajalela dan sudah saatnya pemerintah setempat bereaksi.”

Ringkasan yang disusun WWF, International Union for Conservation of Nature (IUCN), dan Traffic tersebut menggarisbawahi sejumlah ancaman yang dihadapi satwa.

“Perdagangan ilegal cula badak ke Asia mendorong pembunuhan lebih banyak badak. Buktinya sekarang pengadaan ilegal dan pengiriman cula badak ke luar Afrika meningkat dengan keterlibatan sejumlah pemain berkebangsaan Vietnam, China, dan Thailand,” demikian hasil pengamatan mereka.

Laporan itu juga menyebutkan perburuan badak menjadi problem besar. Di Asia sendiri, ada sekitar 10 bangkai badak ditemukan di India dan tujuh lainnya ditemukan di Nepal sejak Januari.

Aktivis perlindungan satwa cemas apabila keberhasilan menambah populasi badak beberapa dekade terakhir terhapus oleh peningkatan jumlah perburuan ilegal.

“Upaya nekat sejumlah pem- buru dan pencuri mendapatkan cula begitu keterlaluan dan jumlah populasi badak mengalami penurunan serius,” ujar Steven Board, Direktur Eksekutif Traffic.

Sesuai dengan ketentuan CITES, hampir semua spesies badak masuk Appendiks I, artinya segala bentuk perdagangan bagian tubuhnya untuk tujuan komersial melanggar hukum.

Itu sebabnya, aktivis perlindungan satwa mendesak supaya masyarakat internasional diberi tahu lewat satu laporan akurat dan terkini mengenai status konservasi serta perdagangan badak di Afrika dan Asia.

Dr Jane Smart, Direktur Kelompok Konservasi Keragaman Hayati IUCN mengatakan IUCN dan kelompok spesialisasi badak Afrika dan Asia sedang mengumpulkan data dan informasi tersebut sehingga pihak-pihak yang tergabung dalam CITES bisa mengambil keputusan yang sesuai dan menjamin kelangsungan spesies ini untuk beberapa generasi ke depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: