PLN Bombana "Sekarat"

Kendari Pos 2009-07-14/Bumi Anoa: hal 6

Hanya Enam Jam Menyala, Itupun Digilir

Kasipute– Kondisi kelistrikan di Bombana saat ini kian memiriskan. PLN setempat belum mampu mengatasi pemadaman bergilir yang sudah terjadi sejak tahun 2008 lalu.

Bahkan beberapa pekan terkahir ini, “virus” pemadaman yang disuguhkan sangat memprihatinkan karena dilakukan hingga 18 jam. Warga daerah penghasil emas itu, hanya bisa menikmati listrik selama 6 jam dalam sehari sehalam.

Itupun harus menunggu giliran hingga belasan jam. Ironisnya, kejadian yang alami warga Bombana itu justru terjadi saat daerah itu memiliki kekayaan alam melimpah.

“Adanya tambang emas, tidak memberikan perubahan di Bombana. Sampai sekarang warganya masih hidup dalam kegelapan akibat penerangan listrik yang tidak memadai”, kata Jumadi salah satu warga Bombana.

Menurut ia, kondisi listrik daerah ini sudah sekarat. Warga lebih banyak menikmati pemadaman dari pada penerangan.

“Kalau pagi menyala, maka giliran berikutnya harus menunggu 12 jam lagi, Jika waktu menyala bertepatan dengan jadwal rutin pemadaman maka harus menunggu tambahan enam jam lagi.

Tidak hanya itu, beberapa wilyah dalam sehari semalam bahkan tidak menikmati fasilitas listrik. Apa ini tidak memperihatinkan”, keluhnya.

Usman salah warga Bombana, mengaku prihatin dengan kondisi pemadaman listrik di wilayahya.

Ia menggakui, pemerintah pusat tidak respek lagi dan peka dengan keadaan yang menimpa warga sehingga masalah yang terjadi lepas dari kepedulian mereka.

Ia juga mengkritik getolnya investor yang berburu harta karun di Bombana, padahal tidak mendapat dukungan infrastruktur yang memadai.

“Seharusnya ada kolerasi anatar Pemkab dengan investor untuk mengelola tambang di sini. Jangan hanya terkesan memburu harta kekayaan alam Bombana tetapi mereka tidak memperdulikan kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan berbagai prasarana seperti jalan, listrik dan infrastruktur lainnya. Saya kira terbitnya 16 KP emas, krisis listrik sudah bisa diatasi”, ungkapnya Usman.

Sementara di temaat terpisah, Manjer PLN  Ranting Bombana Sahri Leleng menyatakan pemdaman bergilri disebabkan karena terjadinya kerusakan mesin.

“Dari delapan mesin yang beroperasi, hanya empat berfungsi. Sedangkan empat lainnya rusak berat”, ungkapnya via seluler.

Ia mengaku, saat ini pihaknya tengah memperbaiki mesin-mesin yang rusak itu di Kendari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: