Empat Hektar Lahan Gambut Ludes

Kompas 2009-07-14/E-paper; Nusantara hal 22

Palangkaraya – Sekitar empat hektar lahan gambut di antara Jalan G Obos XII dan G Obos XIV, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terbakar, Senin (13/7) sekitar pukul 11.00. Pelaku pembakaran belum diketahui.

”Dua mobil pemadam langsung kami kerahkan begitu mendapat informasi dari warga,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Kota Palangkaraya Wawan Berlison.

Satu mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim dikirim untuk membantu pemadaman. Kebakaran baru padam pukul 13.00.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Moses Nicodemus menuturkan, tahun ini Pemprov Kalteng dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng menganggarkan dana Rp 18 miliar untuk mengantisipasi dan mengatasi kebakaran lahan.

”Anggaran ini naik Rp 6 miliar dibanding tahun lalu,” katanya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Imam Mashudi menuturkan, musim kemarau ini di Kalteng masih berpeluang terjadi hujan lokal, tetapi warga diimbau tetap mewaspadai kebakaran lahan.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kaltim Muhammad Nurdin mengatakan, Kaltim masih aman dari kebakaran hutan dan lahan meski tercatat ada 13 titik panas pada bulan ini. Hujan diperkirakan masih akan turun sehingga mengurangi potensi titik api menjadi kebakaran.

Alat penangkap sinyal data satelit NOAA 18 milik instansi itu, menurut Nurdin, rusak sejak 2004. Selama ini, data pemantauan titik api diambil dengan mengunduh dari situs Divisi Pelayanan Meteorologi Singapura.

Sementara itu, 2.500 sukarelawan di 210 desa di Sumatera Selatan disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan.

Jumlah titik panas di Sumsel meningkat dua bulan terakhir. Jika Mei ada 126 titik, Juni meningkat menjadi 174 titik dan sampai 12 Juli terdapat 113 titik.

Menurut Sekretaris Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengendalian Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Sumsel Ahmad Taufik, jumlah sukarelawan paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Ketiga daerah itu paling rawan mengalami kebakaran lahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: