Pembakaran Hutan Meningkat

Media Indonesia 2009-07-13/E-paper: Nusantara hal 11

Membakar hutan untuk membuka lahan ketika tingkat kekeringan berada pada level ekstrem dapat mengakibatkan api menyebar luas hingga sulit dikendalikan dan menimbulkan kabut asap.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, menyatakan sembilan daerah di Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18, kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di sembilan kabupaten/ kota dengan 38 hotspot (titik api). Staf analisis BMKG Kota Pekanbaru, Marzuki, mengatakan sembilan kabupaten/ kota itu adalah Rokan Hulu dan Siak dengan 10 titik api, Rokan Hilir dan Bengkalis dengan lima titik api.

Selain itu, Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Kota Dumai dengan dua titik api. Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik api sehingga totalnya menjadi 38 titik api. Jumlah itu meningkat bila dibandingkan dengan jumlah pantauan satelit NOAA 18 pada hari sebelumnya yang hanya mendeteksi empat titik api di Riau.

BMKG Kota Pekanbaru memperkirakan hal itu sebagai dampak dari tingginya tingkat kekeringan serta potensi penyulutan api di Riau.

‘’Karena itu, BMKG mengimbau seluruh masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara membakar guna menghindari kebakaran besar dan kabut asap,’’ ujarnya, kemarin.

Pemerintah Provinsi (Pem- prov) Riau telah menurunkan tim pemadam api ke sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan yang tengah melanda beberapa wilayah di provinsi tersebut.

Kebakaran hutan dan lahan tersebut telah mengakibatkan timbulnya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan kesehatan lingkungan.

Sementara itu, hal yang sama terjadi di Kalimantan Tengah. Sekitar pukul 17.30 WIB (Jumat,10/7), kebakaran lahan juga terjadi di Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangkaraya, di pinggir jalan Trans-Kalimantan Km 10 arah Palangkaraya-Banjarmasin. Lahan seluas 1 hektare itu diduga sengaja dibakar pemiliknya untuk pembukaan lahan.

Pada Minggu, (28/6), terjadi pembakaran lahan di Desa Taruna Jaya, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tepatnya di pinggir jalan Trans-Kalimantan Km 23 arah Palangkaraya-Banjarmasin.

Faisal, petugas Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Sabaru mengungkapkan berdasarkan pengalaman saat melakukan pemadaman kendalanya, selain karena air mulai kering, pelaku diduga melakukan pembakaran secara acak.

Pihaknya kesulitan untuk melakukan pemadaman karena panjang selang terbatas untuk menjangkau daerah terbakar yang lebih jauh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: