Puting Beliung Masih Terjadi

Kompas 2009-07-11/ E-paper: Nusantara

Medan- Angin puting beliung disertai hujan deras seperti yang terjadi di Kota Medan hari Selasa sore lalu diprakirakan masih akan terjadi hingga akhir Juli. Pada saat yang sama, kebakaran hutan dan suhu panas hingga 36 derajat celsius juga terjadi di Medan dan Sumatera Utara.

”Musim pancaroba memang sedang terjadi hingga pertengahan Agustus sehingga panas bisa berubah setiap saat menjadi hujan disertai angin,” tutur Kepala Subbidang Pelayanan Jasa Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan Heron Tarigan, Jumat (10/7).

Cuaca yang berubah cepat akan banyak berpengaruh pada kesehatan. ”Pada musim pancaroba seperti ini, perlu diwaspadai munculnya banyak penyakit dari flu hingga demam berdarah,” kata Tarigan. Kondisi tubuh yang lemah akibat cuaca yang tak nyaman membuat penyebaran penyakit, terutama flu, semakin tinggi.

Menurut Tarigan, angin puting beliung dengan kecematan 30 knot hingga 40 knot masih berpotensi terjadi di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara seperti di Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, hingga Sergei.

Sementara kebakaran hutan masih terjadi di Sumatera Utara di kawasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Riau, Sumatera Barat, dan NAD.

Data BMKG Wilayah I Medan hari Jumat menunjukkan, jumlah titik api yang terpantau sebanyak 18 titik yang tersebar di NAD (4 titik), Sumut (4 titik), Sumbar (8 titik), dan Riau (2 titik). Potensi asap masih terjadi, terutama di Riau.

Pemanasan udara akibat kemarau itu yang kemudian bertemu dengan uap air menghasilkan awan cumulus nimbus yang menghasilkan hujan lebat. Angin muncul terutama di lereng gunung.

Tarigan mengatakan kemunculan hujan deras dan badai masih bersifat lokal dan berlangsung cepat. Pada pagi hari cuaca masih cerah, siang hari panas, tetapi menjelang sore bisa muncul hujan deras.

Kepala Bidang Data BMKG Bandara Polonia Firman mengatakan, hujan lebat dan angin masih berpotensi membuat banyak pohon patah serta robohnya papan-papan reklame di pinggir jalan Medan.

”Kami sudah memberikan peringatan kepada pemerintah kota dan pemerintah provinsi tentang adanya potensi angin dan hujan yang tinggi ini. Ini akan semakin marak terjadi terutama saat musim penghujan sekitar bulan September-Oktober,” kata Firman.

Tarigan menambahkan pada tahun 2007, Pemerintah Provinsi Sumut melalui Surat Keputusan Gubernur Sumut membentuk kelompok kerja penanganan bencana. BMKG termasuk salah satu anggota tim kerja itu.

Tarigan memberi contoh, kelompok kerja bahaya kebakaran hutan, misalnya, beranggota Dinas Kehutanan, BMKG, dan Satkorlak, sementara kelompok kerja longsor adalah dinas kehutanan, BMKG, dan satkorlak.

Namun, selepas 2007 kelompok kerja itu tidak ada lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: