Bandara Pinang Kampai Ditutup Empat Jam

Kompas 2009-07-11/ E-paper: Nusantara

Pekanbaru – Kabut asap terus melanda Riau. Hari Jumat (10/7), kabut asap melanda kota Dumai sehingga aktivitas Bandara Pinang Kampai ditutup pukul 06.00-10.00 WIB.

” Kondisi asap seperti Kamis kemarin. Jarak pandang sangat pendek dan dapat membahayakan penerbangan. Tadi pagi jarak pandang hanya 300 meter,” kata Edi Sukiatnadi, Kepala Bandara Pinang Kampai, Dumai, Jumat.

Penutupan bandara menyebabkan jadwal kedatangan dua penerbangan terganggu. Pesawat Pelita Airlines dari Jakarta yang direncanakan mendarat pukul 08.00 ditunda sampai pukul 14.00. Adapun pesawat Riau Airlines membatalkan penerbangan ke Dumai.

Ardhitama, staf Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, menyatakan, titik api di Sumatera yang terpantau Satelit NOAA 18 mencapai 34 titik. Di Riau ada 5 titik api tersebar di Dumai, Bengkalis, dan Pelalawan.

Di Pekanbaru, cuaca berkabut tipis sejak pagi. Angka alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara di depan Kantor Walikota Pekanbaru menunjukkan kondisi udara kurang sehat. Namun, jarak pandang masih di atas 2.000 meter sehingga belum membahayakan penerbangan.

Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Rini H mengimbau, masyarakat Pekanbaru mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau terpaksa ke luar, mereka diimbau memakai masker. Dinas Kesehatan Pekanbaru mulai Jumat membagikan masker gratis bagi warga lewat puskesmas.

Kondisi buruk kabut asap terjadi di Pekanbaru, Minggu. Jarak pandang hanya 800 meter dan mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II selama tiga jam.

Dari Padang dilaporkan, angin yang mengarah ke Sumatera Barat menyebabkan sejumlah wilayah mulai terkepung kabut asap tipis, Jumat. Kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi dan Riau.

Di Kalimantan Tengah kebakaran lahan gambut kembali terjadi, tepatnya di tepi trans-Kalimantan poros selatan, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Palangkaraya, Jumat sore. Lokasi gambut yang terbakar berada tepat di bawah bentangan kabel listrik saluran tegangan tinggi.

Tim serbu api Kelurahan (TSAK) Sabaru membutuhkan waktu hampir dua jam untuk memadamkan api yang mulai berkobar sekitar pukul 16.00 itu agar tidak mendekati kaki menara kabel listrik. Pelaku pembakaran belum diketahui.

Menurut anggota TSAK Sabaru, Faizal, pemadaman sulit diatasi karena lokasi kebakaran sulit dijangkau dari jalan dan panjang selang pemadam terbatas sehingga mesin pompa harus dijinjing mendekati satu titik kebakaran ke titik lain yang masih berkobar. Air yang dipakai berasal dari parit kecil dekat lahan yang terbakar.

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang menyatakan, perkebunan skala besar dan pertambangan dilarang keras membakar lahan untuk mencegah bencana kabut asap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: