Asap Mulai Menyerbu Sumatera Barat

Kompas 2009-07-11/ E-paper: Nusantara

Padang- Angin yang mengarah ke Sumatera Barat menyebabkan sejumlah daerah mulai terkepung kabut asap tipis, Jumat (10/8). Kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di provinsi tetangga.

Di Kota Padang, kabut asap tipis terlihat sejak pagi hingga sore hari sebelum hujan turun. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Dharmasraya.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Tabing, Padang, Amarizal mengatakan, jarak pandang di Kota Padang masih berkisar enam kilometer sehingga tidak mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau.

”Kabut tipis memang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Hal ini terjadi akibat arah angin yang bertiup dari selatan dan berbelok ke timur di khatulistiwa. Angin inilah yang membawa kabut asap sampai ke Sumatera Barat,” kata Amarizal.

Ia mengatakan, dampak kabut asap di Sumatera Barat lebih terasa saat ini ketimbang pekan lalu kendati jumlah titik api yang terpantau di Pulau Sumatera sekarang jauh berkurang. Bila Minggu lalu jumlahnya mencapai 200 titik api, Jumat kemarin jumlahnya terpantau 34 titik api.

Titik api saat ini yang terbanyak berada di sekitar perbatasan Provinsi Jambi-Riau. Di Sumatera Barat, asap terutama terbawa menuju sekitar perbatasan Jambi-Sumatera Barat, yakni di sekitar Kabupaten Dharmasraya.

Aziz, salah seorang warga Dharmasraya, mengatakan, kabut asap tipis di Dharmasraya sudah mulai terasa sejak sebulan terakhir. Biasanya, kabut asap terlihat sebelum pukul 08.00.

”Pernah satu kali, sekitar dua pekan lalu, kabut asap terlihat hingga pukul 10.00,” ucap Aziz.

Ketika kabut asap masih menyelimuti, jarak pandang agak terganggu. Namun aktivitas sehari-hari warga di Dharmasraya belum terusik kabut asap.

Agam

Kondisi serupa disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Agam Martias Wanto. Dia mengatakan, kabut asap tipis menyelimuti sebagian daerah di Kabupaten Agam sejak tiga tahun terakhir.

”Hingga kini, belum ada gangguan aktivitas masyarakat akibat kabut asap ini,” ucap Martias.

Ia mengatakan, hingga kemarin tidak ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah Agam. Kebakaran hutan dan lahan pernah terjadi di perbatasan Kabupaten Agam-Kabupaten Limapuluh Kota sekitar April-Mei.

Dari data yang diperoleh BMKG Tabing, kebakaran hutan dan lahan yang berada di wilayah perbatasan Sumatera Barat tercatat 4-6 titik api. Sebagian terletak di batas antara Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Muara Bungo, Jambi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: