Ekspansi Kebun Sawit Mengkhawatirkan

Kompas 2009-07-10/e-Paper: Nusantara

Palembang- Perkebunan kelapa sawit tak hanya merambah hutan produktif dan daerah aliran sungai, tetapi juga mulai mengepung kawasan pinggiran Kota Palembang. Ekspansi berupa pengurukan lahan dikhawatirkan memicu masalah lingkungan karena ekosistem rawa dalam yang merupakan habitat flora fauna sekaligus menjadi daerah resapan berkurang.

Pantauan pada Kamis (9/7), alih fungsi ekosistem rawa dalam menjadi lahan sawit terlihat di sejumlah titik di ruas jalan lingkar Kota Palembang, mulai dari Jembatan Musi II dan Simpang Alang-alang Lebar. Setidaknya ada tiga areal perkebunan sawit baru dibuka yang luasnya lebih dari 150 hektar.

Menurut Abu Bakar (43), warga Alang-alang Lebar, aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di kawasan ini belum ada setahun.

”Saya heran kebun sawit bisa masuk ke pinggiran kota,” katanya.

Sejak rawa ditimbun dan berubah menjadi kebun sawit, Abu Bakar dan sejumlah warga lain tidak bisa memancing ikan lagi. Sebelum ditimbun, di rawa itu banyak ikan gabus, sepat, dan seluang. Selain untuk lauk, warga mencari ikan untuk dijual sebagai tambahan penghasilan.

Momon Sodik Imanuddin, peneliti rawa dari Universitas Sriwijaya, menyayangkan alih fungsi rawa dalam menjadi perkebunan kelapa sawit. Alasannya, rawa dalam merupakan habitat hidup bagi berbagai hewan serangga dan amfibi, selain flora.

Dia menilai, pengurukan rawa di Palembang terus berlangsung karena pemerintah daerah belum secara ketat menerapkan sanksi hukum terhadap pihak yang mengubah fungsi lahan tanpa izin.

”Pusat Studi Rawa Unsri sedang menggagas konsep wisata rawa. Rawa di kawasan bandara, misalnya, sangat sesuai untuk kawasan konservasi untuk pariwisata,” katanya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Sumsel Anwar Sadat menyatakan, alih fungsi rawa menjadi kebun sawit bisa memicu persoalan lingkungan baru. Selain mengancam beberapa jenis flora fauna, alih fungsi juga bisa mengakibatkan bencana banjir.

”Rawa dalam merupakan kawasan alami untuk menampung air hujan,” katanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: