Dana Pengalihan Utang Dibahas

Kompas 2009-07-09/e-Paper: Konservasi Alam

Jakarta – Setelah kerja sama Indonesia-Amerika Serikat mengenai pengalihan utang untuk konservasi alam terwujud pekan lalu, pemerintah membahas rencana serupa dengan Jerman. Jumlahnya sekitar 70 juta euro atau lebih dari Rp 70 miliar.

”Skemanya sedang dimatangkan antara Departemen Kehutanan, Departemen Keuangan, dan Bappenas,” kata Sekretaris Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan (PHKA Dephut) Haryadi Himawan di Jakarta, Rabu (8/7).

Apabila disetujui Pemerintah Jerman dan Indonesia, pengalihan utang untuk konservasi alam ini (debt for nature/DNS) merupakan kerja sama kedua dengan Jerman. Kerja sama sebelumnya sudah berjalan beberapa tahun lalu untuk kegiatan di beberapa taman nasional di Sumatera.

Rencananya, lanjut Haryadi, dana tahap kedua tersebut akan digunakan untuk konservasi fauna endemik di Sumatera dan Banten. Konservasi itu berupa pelestarian harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, dan badak jawa bercula satu di Ujung Kulon, Banten.

”Kami juga mengusulkan agar sebagian dana itu dapat digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana di kawasan taman nasional,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan, dibutuhkan kreativitas untuk mengumpulkan dukungan bagi konservasi alam. Dukungan dalam bentuk pengalihan utang hanya salah satu upaya kreatif yang dimanfaatkan.

Masuk anggaran Dephut

Pembahasan antardepartemen saat ini, di antaranya menyangkut rencana memasukkan dana pengalihan utang langsung ke anggaran Ditjen PHKA. Konsekuensinya, pagu anggaran PHKA membesar daripada sebelumnya. Namun, skema tersebut belum mencapai titik temu.

Skema pengalihan utang degan Jerman berbeda dengan yang dikembangkan dengan AS. Skema dengan AS melibatkan lembaga pengelola (trust fund) yang sepenuhnya dikelola organisasi nonpemerintah dalam dan luar negeri.

Dana pengalihan utang langsung masuk ke rekening lembaga itu. Selanjutnya, pengeluarannya diatur bersama dan membutuhkan persetujuan komite khusus (beranggotakan tujuh orang).

Selain untuk program teknis beberapa taman nasional di Sumatera, dana pengalihan utang akan dikucurkan bagi kegiatan masyarakat. Tujuannya, masyarakat sekitar hutan turut sejahtera dan mengurangi aktivitas yang mengganggu kelestarian ekosistem hutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: