Warga Ancam Hentikan Tambang Trubaindo

Kompas 2009-07-08/Regional: Kalimantan

Sendawar- Kalangan warga Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengancam akan menghentikan aktivitas perusahaan pertambangan batu bara PT Trubaindo Coal Mining.

Aksi itu ditempuh sebab perusahaan belum melunasi ganti rugi lahan dan tanam tumbuh dan belum membangun instalasi air bersih seperti dijanjikan.

Kepala Adat Bentian Besar Rusli Remusa Bae mengatakan itu saat dihubungi dari Kota Samarinda, Rabu (8/7). “Kami frustrasi sehingga ancaman ini jalan terakhir,” katanya.

Rusli mengatakan, sekitar 5.500 hektar lahan adat warga telah diganti rugi oleh perusahaan Rp 10 juta per hektar. Namun, warga mengklaim mendapat berkas laporan program tanggungjawab sosial perusahaan untuk Grup Banpu, induk usaha Trubaindo, yang menyatakan bahwa ganti rugi lahan ternyata Rp 40 juta per hektar.

“Yang Rp 30 juta per hektar menurut laporan diberikan untuk aparat Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Kami sudah konfirmasi dan informasi itu dibantah bupati dan jajaran DPRD,” kata Rusli.

Warga akhirnya mengetahui, lanjut Rusli, pembukaan lahan untuk kemudian ditambang pun bermasalah. Pembabatan kawasan berhutan dengan luas minimal 5.000 hektar harus disetujui juga oleh DPR. Dalam penelusuran kami, DPR belum memberikan persetujuan. “Selain itu, pemanfaatan kayu hasil pembabatan pun tidak dilengkapi dengan izin,” katanya.

Perusahaan juga belum merealisasikan janji membangun instalasi air bersih untuk sekitar 1.500 orang warga yang mayoritas keturunan Dayak Bentian di Kampung Penarung, Dilang Puti, dan Suakong.

Rusli mengatakan, terkait pelbagai masalah itu, warga telah mengirim surat kepada Presiden, Polri, dan DPR tetapi belum direspon.

“Komunikasi yang coba digagas berkali-kali gagal membujuk perusahaan untuk bertemu warga. Kalau tidak juga ada respons, seusai pilpres ini kami akan tutup aktivitas Trubaindo,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat Ajun Komisaris Besar I Wayan Sunartha yang dihubungi terpisah mengatakan, belum menerima laporan warga Bentian Besar. “Saya harap perusahaan bisa merespons secepatnya,” katanya.

Hingga berita ini dibuat, perusahaan belum bisa dihubungi. Nomor telepon selular milik pimpinan perusahaan atas nama Chirasak Cantanapelin tidak aktif.

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Kahar Al Bahri mendukung rencana warga. “Meski demikian, diharapkan agar aksi tidak berbuntut kekisruhan,” katanya.

Trubaindo ialah satu dari lima anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Trubaindo didirikan pada 13 Maret 1990. Trubaindo memiliki areal konsesi batu bara 23.650 hektar meliputi Kecamatan Muara Lawa, Bentian Besar, Muara Pahu, dan Damai di Kutai Barat. Produksi batu baranya berkalori tinggi yakni 6.500 sampai 7.300 kilokalori per kilogram. Produksi pada 2008 mencapai 4,5 juta ton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: