Lahan Sawah Mulai Kekeringan

Media Indonesia 2009-07-07/e-Paper: Nusantara hal 9

Banyumas– Sedikitnya 140 hektare sawah di Kecamatan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah, ditelantarkan karena tidak ada air. Petani tidak berani menanam palawija sebagai pengganti padi karena air benar-benar sulit diperoleh di sana
Kepala Desa Canduk, Kecamatan Lum- bir, Toto Sudarto, mengatakan luas sawah di wilayahnya mencapai 200 hektare. Dari jumlah itu, 140 hektare di antaranya terpaksa dibiarkan.

‘’Jangankan padi, ditanam palawija saja tidak berani, karena palawija sekali waktu juga membutuhkan air. Padahal untuk memperoleh air sangat sulit, karena umumnya areal pertanian di desa setempat merupakan tadah hujan dan irigasi sederhana,’’ jelasnya, kemarin.

Menurut Toto, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena sumber air dari sungai sangat jauh sehingga kalau menggunakan pompa air tidak akan sampai pada lahan yang kekeringan.

Di sisi lain, petani di Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang, Siswanto, 49, mengatakan tidak lagi menanam padi karena air tidak ada lagi untuk mengairi sawah. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesi apsiagaan Banyumas Hari Winarno mengatakan pihaknya siap memasok air bersih ke daerah yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

Sementara itu, debit air di Bendung Rentang semakin berkurang. Petani pun diminta untuk waspada. Menurut juru Bendung Rentang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Joko Suwondo, debit air di Bendung Rentang saat ini tinggal 32 m3 dalam 14 m3 /detik. Yang terbagi pelang dan 19 m3 /detik di Saluran Induk (SI) Ci/detik di SI Sindupraja.

Menurut Joko, sebenarnya jika dibandingkan dengan tahun kemarin, debit air saat ini masih lebih baik. Tahun lalu di bulan yang sama debit air tinggal 12 m3 /detik. Petani diminta tetap waspada karena ada kemungkinan debit air akan terus menurun memasuki musim kemarau.

Khususnya untuk petani yang areal pertaniannya sangat tergantung Bendung Rentang, seperti di Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Akibat labilnya air dari Bendung Rentang, suplai air untuk wilayah Gegesik dan Kaliwedi tersendat.

Karena itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gegesik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cirebon telah menggilir pasokan air di dua kecamatan tersebut Sementara itu, sekitar 500 sumur warga di sembilan desa di Kecamatan Peureulak Kota, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, kering.

Sejak tiga bulan terakhir kawasan itu dilanda musim kemarau sehingga debit sumber mata air semakin menyusut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: