Illegal Logging Sulit Dihilangkan

Kendari Pos 2009-07-06/Metro: hal 11

Kendari-  Maraknya pembalakan liar yang merambah hampir semua hutan di Sultra membuat pihak kepolisian “menyerah”. Polisi mengaku kesulitan menghilangkan praktek terlarang itu. Hal tersebut diakui sendiri oleh Kapolda Sultra, Breigjend Pol Djoko Satrriyo.

Menurut dia, hutan Sultra yang terbilang masih perawan dan cukup luas hingga polisi cukup kesulitan mengamankan wilayah bumi anoa secara keseluruhan. Ditambah lagi, medan yang cukup berat, menjadi salah satu faktor kesulitan yang dihadapi.

“Tidak mungkin kita amankan Sultra semuanya. Tapi, kalau kita maksimalkan penangkapan para illegal logging, iya. Tapi, untuk menghilangkan jadi nol, saya kira sangat sulit”, katanya.

Camar 1 itu menyatakan, walau illegal logging sudah marak terjadi di Sultra, namun jumlah pelaku dan jumlah kasus yang ditangani, masih berada sangat jauh jika dibandingkan dengan daerah lain.

Dia juga membandingkan kondisi hutan di Sultra dengan hutan di Kalimantan Barat”, Kalau kita naik helikopter dan melihat dari udara kondisi hutan di Kalimantan Barat, itu sudah rusak. Tapi kondisi hutan kita di Sultra, masih lebih bagus”, jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan terus memantau keamanan wilayah hukum Polda Sultra, termasuk di dalamnya memantau aktivitas para perambah hutan, guna mencegah kerusakan lebih besar yang dapat ditimbulkan akibat perambahan.

“Kebanyakan dari penangkapan Dit Pol Air. Kapal BKO Polri, kita maksimalkan ke tempat yang diduga sering terjadi illegal logging”, ungkapnya.

Menurut Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Fahrurrozi menambahkan , dari data sebanyak 23 kasus illegal logging yang ditangani Polda Sultra. Dari 23 jumlah tersebut, 12 sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, 7 dalam proses penyelidikan dan 4 kasus lainnya, dilimpahkan ke Dinas Kehutanan (Dishut) Sultra.

Sementara itu, untuk jumlah tersangka, kata dia, ada 32 orang dengan jumlah barang bukti (BB) mencapai ribuan kubik.

Rinciannya, rimba campuran sebanyak 7665 balok dan 62 papan, 30 kayu jati dalam bentuk balok dan 120 kayu kalapi, juga dalam bentuk balok dan kayu wola 28 batang serta 78 batang kayu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: