Cegah Kebakaran Lahan, Kalimantan Siapkan Rp 20 Miliar

Kompas 2009-07-06/Regional:Kalimantan

Palangkaraya-  Pemerintah daerah se-Kalimantan Tengah mengucurkan dana bersama senilai Rp 20 miliar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan tahun ini.

“Sebanyak Rp 12 miliar di antaranya dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng, dan sisanya alokasi dari tujuh kabupaten/kota,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, Moses Nicodemus, di Palangkaraya, Minggu (5/7).

Setiap kabupaten/kota, kata Moses, telah diminta mengalokasikan dana untuk kegiatan antisipasi kebakaran hutan lahan sebesar Rp 1 miliar meski tidak semua merealisasikannya. Menurut dia, hanya tujuh kabupaten dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng yang telah merealisasikan dana tersebut senilai total Rp 8 miliar.

Dana miliaran rupiah itu, selain untuk biaya operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan seperti untuk persiapan posko koorodinasi pengendalian beserta personelnya juga untuk dana sharing sewa helikopter.

Moses menilai, meski anggaran itu terbilang besar namun masih sangat minim bila dibandingkan luasan wilayah Kalimantan Tengah yang mencapai 15,3 juta hektare atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa. Terlebih lagi terdapat sekitar tiga juta hektare lahan gambut dengan separuh di antaranya dalam kondisi rusak dan mudah terbakar saat mengering.

Kalimantan Tengah sendiri sebelumnya telah ditetapkan dalam kondisi siaga satu pada Juni lalu menyusul peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau. Sepanjang bulan Juni lalu terdeteksi sebanyak 79 titik panas oleh satelit NOAA (National Oceanic Atmospheric and Administration).

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Achmad Diran berharap semua pihak mampu menjaga kinerja dalam pengendalian kebakaran hutan, lahan, dan pekarangan, sebagaimana yang telah dilakukan selaa dua tahun terakhir.

Selain itu, Diran menekankan kepada Kabupaten Kotawaringin Timur agar lebih meningkatkan upaya pengendalian kebakaran hitan dan lahan karena selama tiga tahun menjadi penyumbang jumlah titik panas terbanyak.

“Sedangkan untuk Kabupaten Gunung Mas, kami minta meningkatkan kewaspadaan mengingat sebaran titik panas dua tahun terakhir cenderung banyak ditemukan di wilayah Utara Kalteng,” tambahnya.

Kecenderungan peningkatan titik panas harus mulai diwaspadai pada Juli ini hingga November yang merupakan musim kering dengan banyaknya serasah daun dan kayu mudah terbakar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: