BKSDA Kalimantan Tengah Pindahkan Orang Utan

Kompas 2009-07-06/e-Paper: Nusantara

Palangkaraya- Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah melakukan translokasi atau pemindahan lokasi seekor orangutan dari Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemindahan ini dilakukan karena hutan yang menjadi habitat orangutan tersebut dibuka menjadi ladang.

”Jumat pekan lalu orangutan itu dilepaskan ke kawasan Suaka Margasatwa Sungai Lamandau,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) Eko Novi Setiawan yang dihubungi dari Palangkaraya, Minggu (5/7).

Orangutan (Pongo pygmaeus) betina yang dipindahkan tersebut berumur sembilan tahun dengan berat 27 kilogram. Sebelum ditranslokasi, satwa itu dibius menggunakan sumpit (senjata tradisional khas Dayak).

Pemindahan orangutan dilakukan personel BKSDA Kalteng, Orangutan Care Centre and Quarantine Orangutan Foundation International (OCC&Q OFI), dan Kemitraan Pelestarian Ekosistem Lamandau.

Menurut Eko, saat ini habitat orangutan di Kalteng makin terdesak oleh aktivitas perkebunan, perburuan liar, dan pertanian.

”Selama tahun ini BKSDA Kalteng Seksi Konservasi Wilayah II menerima penyerahan lima orangutan berusia enam bulan hingga tiga tahun dari warga,” ujarnya.

Penyerahan

Februari lalu, lanjut Eko, pihaknya menerima penyerahan orangutan dari warga Desa Kelantan, Kecamatan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

”Maret, ada dua orangutan yang diserahkan masyarakat, yaitu dari Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, dan dari seorang pekerja proyek pengerjaan jalan di Kabupaten Lamandau,” ujarnya.

April lalu, kata Eko lagi, ada pula penyerahan dua orangutan dari warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Empat dari lima orangutan itu kemudian dititipkan ke OCC&Q di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan satu lainnya dititipkan ke Pusat Reintroduksi Orangutan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS)di Nyaru Menteng, Palangkaraya.

Manajer Komunikasi Yayasan BOS Nina Nuraisyah menuturkan, saat ini pihaknya masih mencari hutan yang cocok untuk melepasliarkan orangutan hasil rehabilitasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: