Pelaku Pencemaran Pantai Balikpapan Tidak Diketahui

Kompas 2009-07-03/Konservasi

Samarinda – Meski sudah sebulan kasus pencemaran lingkungan berupa penumpahan limbah minyak mentah di Pantai Balikpapan, hingga kini siapa pelakunya belum juga diketahui.

“Tim kami sudah melakukan penyelidikan, bahkan juga turut membersihkan lingkungan yang tercemar. Selanjutnya penanganan kasus ini sudah kami serahkan ke pihak kepolisian dan masih dalam pengusutan,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, Tuparman di Samarinda, Jumat (3/7).

Hingga kini, pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi tentang siapa sebenarnya yang menumpahkan limbah minyak mentah (sludge oil) di perairan pantai Balikpapan tersebut.

Ia mengakui, berdasarkan laporan warga, ciri-ciri kapal penumpah lantung (limbah minyak) itu sudah diketahui.

“Tapi kan kita tidak bisa langsung bilang memang itu pelakunya. Proses penyelidikan harus diutamakan karena proses inilah yang bisa dijadikan bukti di pengadilan nanti,” katanya.

Menurutnya, dalam penyelidikan ini juga dilakukan tes di laboratorium guna menentukan sumber dari lantung. Setelah dilakukan tes kemudian dicocokkan dengan sludge oil asal sumber.

“Dalam pencocokan dari hasil laboratorium dengan asal sumber inilah nantinya akan diketahui perusahaan mana yang menumpahkan minyak,” katanya.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 tentang lingkungan hidup, ada tiga sanksi yang akan diberikan kepada pelaku penumpahan limbah minyak yang menyebabkan pencemaran lingkungan itu, yakni sanksi admistrasi, perdata dan sanksi pidana.

Ketiga sanksi tersebut bisa diperingan asalkan pelaku bersedia mengganti rugi terhadap berbagai dampak negatif yang telah ditimbulkan. Hal lainnya, mengganti rugi tuntutan masyarakat nelayan setempat yang terganggu aktivitasnya.

“Tapi saya pikir untuk kasus ini agak berat karena area yang dicemari cukup panjang dan saat itu tumpahan sludge oil-nya cukup tebal. Meski kita sudah melakukan pembersihan lingkungan, hingga kini sepanjang pantai itu tidak bisa benar-benar bersih seperti semula,” katanya.

Tumpahan minyak tersebut sempat mengotori pantai di Balikpapan sepanjang 3km, mulai dari Sepinggan, Koala Batakan hingga Pantai Manggar yang sering dijadikan tempat nelayan mencari ikan serta tempat wisata.

“Untuk kasus yang terjadi kali ini ini agak berbeda dengan yang dulu-dulu, yang ini termasuk pelanggaran lingkungan berat, pasalnya menyebabkan kerugian warga dan rusaknya ekosistem biota laut, sehingga untuk mendapat sanksi ringan agak sulit,” demikian Tuparman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: