Kawasan Konservasi Garut, Kaya Keanekaragaman Hayati

 

Media Indonesia 2009-07-03/Lingkungan

GARUT: Kawasan konservasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki keanekaragaman hayati plasma nuftah yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata andalan yang alami bahkan dapat berdaya saing tinggi.

Di antaranya, terdapat kawasan hutan Telaga Bodas sebagai Cagar Alam (CA) seluas 285 ha, yang kini berubah statusnya menjadi Taman Wisata Alam (TWA) seluas 261,15 ha di Kecamatan Wanaraja yang sebagian termasuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, kata Kabid Pemasaran Disparbud Garut Herman Santoso, Kamis (2/7).

Kawasan itu terletak di daerah berbukit bertopografi bergelombang dengan sudut kemiringan berkisar 30-70 persen, dengan ketinggian 1.700 mdpl, yang iklimnya termasuk tipe iklim C bercurah hujan rata-rata 2.473 mm per tahun, katanya.

Kekayaan floranya, antara lain Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Suagi (Vaccinium varingifolium) serta Manglid (Magnolia sp).

Floranya berupa satwa liar di antaranya macan kumbang (panthera pardus), kera ekor panjang (nacaca fascicularis), kijang (muntiacus muntjak), trenggiling (manis javanicus), tupai (callaciurus notatus), burung kadanca (ducula sp), burung walet (collocalia vulvonorum), burung puyuh (tumix suscitator) dan burung saeran (discusrus macrocaspus).

Sementara itu, CA dan TWA Papandayan seluas 884 Ha kemudian sebagian wilayah seluas 221 Ha diubah menjadi seluas 6.807 ha CA dan TWA seluas 225 Ha. Wilayah ini memiliki topografi curam, berbukit dan bergunung- gunung serta tebing yang terjal termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata per tahun 3.000 mm, kelembaban udaranya berkisar 70 – 80 persen dan bertemperatur rata-rata 10 derajat Celsius.

Floranya secara umum didominasi oleh pohon Suagi (Vaccinium valium) dan Edelweis (Anaphalis javanica), sedangkan vegetasi lainnya puspa (schima walichii), saninten (castanopsis argentea), kihujan (engelhardia spicata), jamuju (podocaspus imbricatus), pasang (quercus sp) serta manglid (magnolia glauca).

Dengan fauna berupa satwa liar antara lain babi hutan (sus vitatus), trenggiling (manis javanica), kijang (muntiacus muntjak), lutung (trachypitecus auratus) dan beberapa jenis burung seperti walik (treron griccipilla), dan kutilang (pycononotus aurigaste).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: