Hutan Penelitian Ikut Dibabat

Kompas 2009-07-03/e-Paper: Humaniora

Banjarmasin– Kawasan hutan tropis basah dataran tinggi seluas 1.000 hektar yang berstatus hutan penelitian di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, dibabat para penebang liar. Sedikitnya 15 persen luas hutan yang seharusnya dilindungi itu rusak.

Operasi gabungan aparat TNI dari Komando Daerah Militer VI/Tanjungpura, Komando Distrik Militer 1009/Pelaihari, dan Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut, Senin dan Selasa (30/6), menyita 60 potong (3,22 meter kubik) kayu ulin dan meranti yang diambil dari kawasan hutan itu.

”Lima pelaku kini diperiksa petugas,” kata Suratno, anggota tim gabungan operasi penebangan liar dari polisi kehutanan Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut di Pelaihari, Kamis. Para pelaku yang dipimpin HM adalah warga Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanah Laut.

Menurut Suratno, batang kayu hasil penebangan liar itu baru sebagian yang disita. Di hutan penelitian masih banyak kayu tak terangkut. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 50 meter kubik. ”Kalau kawasan hutan penelitian tidak bisa dipertahankan, Kalsel bakal kehilangan kawasan hutan ulin,” kata Suratno.

Penjarahan hutan marak sebulan terakhir menyusul datangnya musim kemarau. Hutan penelitian menjadi incaran para penebang liar karena sangat kaya dengan kayu komersial, seperti ulin, meranti, dan kruing. Kayu- kayu hasil tebangan itu ditarik dengan traktor berban besar.

Hutan ditambang

Di Balikpapan, petugas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur kembali menutup tambang batu bara yang diduga milik CV Arjuna di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penghentian aktivitas tambang di kawasan hutan ini yang keempat kali dalam sebulan. Tiga tambang batu bara yang ditutup sebelumnya adalah milik PT Bintang Pelangi, CV Borneo, dan PT Dwi Karta Pratama.

Kepala Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman (Unmul) Chandradewana Broer di Samarinda mengatakan, tambang batu bara yang ditutup itu hanya bagian kecil dari 55 izin kuasa pertambangan yang dikeluarkan Pemkab Kutai Kartanegara yang mengepung Tahura Bukit Soeharto seluas 61.850 hektar. Beberapa kegiatan pertambangan berada di kawasan Hutan Penelitian dan Pendidikan Unmul di Tahura Bukit Soeharto seluas 21.271 hektar.

”Yang harus diselidiki polisi sebenarnya bukan hanya para pelaku penambangan, tetapi juga harus dilacak bagaimana mereka bisa mendapatkan izin untuk menambang di kawasan konservasi,” kata Boer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: