Giam Siak Kecil dan Bukit Batu Menjadi Cagar Biosfer

Kompas 2009-07-03/Konservasi

Pekanbaru— Provinsi Riau yang selama ini dikenal sebagai penyumbang kabut asap sampai ke negara tetangga Malaysia dan Singapura memiliki sumbangsih dalam pelestarian lingkungan hidup. Sumbangan Riau dapat dinikmati warga dunia dengan ditetapkannya Suaka Alam Giam Siak Kecil dan Bukit Batu seluas 178.000 hektar menjadi cagar biosfer.

“Kalau selama ini Riau dipandang dari pembalakan liar dan asap, sekarang tidak lagi. Sumbangan Riau dalam menjaga ekosistem pada cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu mestinya dapat dilihat dunia bahwa Riau tidak dapat dipandang negatif. Riau juga punya andil menyelamatkan dunia,” ujar Menteri Kehutanan MS Kaban pada acara Pencanangan dan Sosialisasi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Pekanbaru, Rabu (1/7).

Cagar Biosfer GSK-BB ditetapkan dalam sidang UNESCO di Jeju, Korea Selatan, 26 Mei lalu. GSK-BB adalah satu dari 22 lokasi yang diusulkan 17 negara yang diterima sebagai cagar biosfer. Suaka Alam GSK-BB merupakan satu kawasan setelah Sinar Mas Forestry (Asian Pulp and Paper, Indah Kiat) menyerahkan 72.255 hektar lahan konsesi hutan produksinya untuk konservasi permanen. Hasil studi LIPI menyatakan bahwa GSK-BB memiliki 150 jenis burung, 10 jenis mamalia termasuk yang dilindungi, gajah dan harimau, 8 jenis reptil, serta 52 spesies tumbuhan langka dan dilindungi.

Direktur Lingkungan Sinar Mas Forestry CP Munoz mengatakan, zona penyangga cagar biosfer seluas 222.425 hektar sebagian besar (88 persen) adalah kawasan hutan tanaman industri Grup Sinar Mas.

Hutan penyangga adalah kunci untuk melindungi zona inti. Di bagian terluar ada area transisi 304.123 hektar, kerja sama di bidang perkebunan, pertanian, dan permukiman yang melibatkan masyarakat.

Deputi Bidang Ilmu Keanekaragaman Hayati LIPI Endang Sukara mengungkapkan, GSK-BB merupakan pusaka alam dunia yang menantang seluruh ilmuwan untuk mengungkap rahasia di dalamnya karena khas—berupa hutan gambut yang belum terganggu.

“Banyak sekali yang dapat dilakukan di sana. Sebagai pusaka alam dunia, cagar ini bisa menjadi lokasi penelitian gambut dunia. Di dekat cagar ini dapat dibangun taman botani untuk mengembangkan tanaman lahan gambut di Pulau Sumatera. Lokasi yang dekat dengan Singapura menjadi nilai tambah untuk dijadikan lokasi wisata alam. Banyak yang bisa dijual asal dikemas baik,” ujar Endang.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Rachman Sidik mengakui, masih banyak yang harus dilakukan, terutama menjaga kawasan dari penebang liar dan mereka yang ingin menjadikannya perkebunan kelapa sawit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: