Gambut Banyak Terbakar akibat Peraturan Dilanggar

Kompas 2009-07-01/e-Paper: Nusantara

Palangkaraya– Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi Masyarakat di Kalteng sering kali dilanggar. Akibatnya, di musim kemarau banyak lahan gambut terbakar secara tak terkendali.

”Untuk mencegah meluasnya kebakaran, warga yang akan membakar lahan harus mematuhi persyaratan yang diatur dalam Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 52,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Mega Hariyanto di Palangkaraya, Selasa (30/6).

Peraturan itu antara lain mengatur gambut pantai, yakni gambut yang dipengaruhi dan tergenang pasang air laut, dengan lapisan gambut tipis, pembukaan awalnya dapat dilakukan dengan pembakaran terkendali, tetapi tidak di musim kemarau.

Demikian pula setiap orang yang membersihkan lahan dan pekarangan, tetapi bukan untuk sawah, ladang, atau kebun, harus tetap menerapkan cara pembakaran terbatas dan terkendali serta tidak dilakukan pada musim kemarau.

Bagi masyarakat yang akan membuka lahan untuk sawah, ladang, atau kebun, dengan cara membakar, agar melakukan secara terbatas dan terkendali serta mendapat izin dari pejabat yang berwenang secara berjenjang tergantung luas yang dibakar.

Tanpa izin

Namun, kenyataan di lapangan, pada kemarau sering dijumpai lahan terbakar berupa lahan gambut yang sebenarnya tidak boleh dibakar.

Demikian pula dari beberapa kali pemadaman kebakaran lahan, tidak dijumpai pelaku pembakaran. Hal ini mengindikasikan pembakaran tersebut tidak berizin sekaligus tidak dijaga sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 52 Tahun 2008.

Banyaknya lahan yang terbakar di Kalteng juga terpantau dari titik api yang bermunculan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data dari BKSDA Kalteng, jumlah titik api di provinsi tersebut hingga 28 Juni tercatat 73 buah, tersebar di 12 kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut. Hanya ada satu kabupaten, yakni Murung Raya, yang pada Juni ini titik apinya nihil.

Kebakaran rumah

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran Kota Palangkaraya Wawan Berlison mengimbau agar pada musim kemarau warga juga mewaspadai potensi kebakaran di rumah-rumah.

”Bahan bangunan di rumah jadi kering sehingga mudah terbakar apabila terpercik api, entah dari teplok atau lilin saat listrik padam maupun hubungan listrik arus pendek,” kata Wawan.

Hari Selasa sore, misalnya, sebanyak 17 ruang asrama Badan Diklat Provinsi Kalteng Kampus II di Jalan Yos Sudarso, Palangkaraya, ludes dilalap api.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Kerugian material dan penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: