Sulit Dipercaya, Pertambangan Batugosok Masih Tahap Eksplorasi

Kompas 2009-06-30/Regional: Bali Nusa Tenggara

Labuan Bajo — Aktivitas pertambangan emas di kawasan Batugosok, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sulit dipercaya jika disebutkan masih tahap eksplorasi sebagaimana versi pemerintah setempat.

Alasannya, karena kawasan yang sudah digusur sudah meliputi areal puluhan hektar. Penggusuran kawasan untuk tahap eksplorasi versi Pemkab Manggarai Barat itu menjadi janggal jika dibandingkan kegiatan serupa di lokasi sama sekitar 20 tahun lalu.

Sekitar tahun 1990 lalu, PT Nusa Lontar melakukan eksplorasi di Batugosok. Untuk mendeteksi kandungan emasnya, calon investor itu hanya melakukan penggalian berupa dua petak masing masing berukuran 4 x 6 meter.

“Karena contoh itulah maka sulit diterima kalau aktivitas pertambangan sekarang ini masih eksplorasi. Seharusnya berkata jujur saja bahwa kegiatan pertambangan ini sudah eksploitasi,” tegas aktivis Gerakan Masyarakat AntiTambang (Geram), Feri Adu, ketika bersama Kompas mengunjungi kawasan Batugosok, sekitar 10 km utara Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat, di ujung barat Flores, Senin (29/6) petang.

“Ini hanya bolak balik istilah saja, kegiatan di Batugosok sebenarnya sudah penambangan atau eksploitasi,” sambung Feri Semana, salah seorang pengunjung dari Labuan Bajo.

Bupati Manggarai Barat Wilfridus Fidelis Pranda, Minggu lalu, menjelaskan, aktivitas penambangan di Batugosok masih tahap eksplorasi, yakin masih pada tahap mendeteksi kandungan emas di dalam lapisan kulit buminya.

Untuk tahap kegiatan seperti itu belum diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal (Kompas, 29/6).

Libatkan masyarakat

Feri Adu termasuk salah seorang dari sejumlah wakil masyarakat yang dilibatkan PT Nusa Lontar dalam kegiatan eksplorasi mendeteksi kandungan emas di Batugosok, sekitar 20 tahun lalu. Katanya, saat itu tidak ada pengerahan alat berat. Tim datang hanya menggunakan satu mobil jip jenis Hardtop. Yang dibawa hanya satu unit mesin genset untuk pengeboran. Waktu eksplorasi juga hanya sekitar sebulan.

“Sangat berbeda dengan sekarang dengan pengerahan berbagai alat berat. Pembongkaran kawasan juga hingga puluhan hektar disertai pengeboran melalui dua titik sejak sekitar dua bulan lalu. Kecil kemungkinan investasi hingga dengan biaya miliaran rupiah hanya untuk mendeteksi kandungan emas,” kata Feri Adu.

Seperti disaksikan di lokasi, sebagian kawasan Batugosok berupa kawasan gundul menghadap gugusan sejumlah pulau kecil, di antaranya Pulau Seraya Kecil, Seraya Besar, dan Sabolo. Lokasi Batugosok bertetangga dengan kawasan perhotelah Pantai Batugosok.

Khusus bagian bukit yang menghadap Pulau Seraya, sebagian kawasan sudah digusur untuk pertambangan. Gusuran berupa sejumlah parit, jalan dalam kawasan serta kegiatan pengeboran. Saat ini ada dua titik telah dilangkapi dengan menara pengeboran yang aktif sejak dua bulan lalu. Aktivitas pengeboran langsung dikerjakan oleh sejumlah orang asal China dibantu sejumlah tenaga kerja lokal asal Manggarai Barat.

Uniknya, komunikasi mereka hanya tersambung melalui bahasa isyarat karena para teknisi asal China tidak bisa berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris. “Kami hanya bisa saling mengerti melalui mimik atau isyarat tertentu.” jelas Gabriel, seorang pekerja asal Tebedo, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, di salah satu titik pengeboran di Batugosok, Senin petang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: