Kapal Asing Pembius Ikan Beropeasi di Wakatobi

Media Sultra 2009-06-30/Daerah 7

Dua buah kapal asing masing-masing berkapasitas 100 ton lebih dan 40 ton, sudah berbulan-bulan beroperasi di Perairan Laut Kabupaten Wakatobi. Anehnya, kapal tersebut yang nyata-nyata telah mencuri ikan dengan cara membius, dibiarkan oleh terkait.

Wakatobi-  Padahal nelayan lokal yang kerap kali melihat kapal itu beroperasi mengeluhkah hal itu. Bahkan mereka telah menyampaikan laporannya kepada pihak Coremap II utnuk ditindak lanjuti, namun ditanggapi.

Hal ini disampaikan Ketua Kelompok Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, La Ode Haji ketika menemui Media Sultra di kelurahan Pongo Kecamatan Wangi-wangi, Senin (29/6).

Menurut dia, mereka heran dengan program Coremap II ini. Kita nelayan lokal yang ingin menangkap ikan disuruh menggunakan alat tradisional atau ramah lingkungan tetapi, kapal asing yang menangkap dengan cara pembiusan malah dibiarkan.

Ia mengungkapkan, bukti bahwa pemilik kapal asing itu menggunakan bahan pembius karena pihak nelayan menyaksikan sendiri.

Dimana setiap kapal asing itu berlabuh membuang jangkar di kawasan itu, maka nelayan yang mencari ikan seperti hari-hari biasa. Pasalnya, ikannya sudah diambil dengan cara dibius.

Disebutkannya, ciri-ciri lokasi yang sudah dibius adalah terumbu karang disekitar lokasi mengalami kerusakan. Kemudian, terlihat pada terumbu karang berubah warna yakni bintik-bintik putih yang menempel.

“Orang yang mengetahui informasi ini bukan hanya saya saja, tetapi ini sudah diketahui semua nelayan. Beberapa hari lalu saya melaporkan ke Kepala Desa Bira, Antapis dan pihak Kelurahan Wandoka Utara, tapi diarahkan ke Coremap. Saya lapor ke Coremap mereka tidak gubris. Mereka bilang takut menindaknya. Sampai sekarang ya dibiarkan saja,”ungkapnya.

Menurutnya, nelayan kapal yang berisi orang turis itu, pada malam hari sering di belakang Tanjung Desa Kapota. Mereka lebih sering melakukan aktivitas pada shubuh hari. Mereka juga menangkap ikan pada saat air laut turun dengan menggunakan pukat harimau.

Lanjut L a Ode Haji mengungkapkan, seperti yang diamati para nelayan lokal selama ini, kapal itu beroperasi mengelilingi pulau Wakatobi. Kapal itu berhenti jika mendapatkan lokasi ikan yang banyak, diantaranya di laut pada kawasan Wanci, Karang Roka, Hoga, Kompo, Karang , Kapota, dan beebrapa titik lainnya seperti titik tanjung Wangi-wangi dan Kaledupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: