Polisi Tahan Pimpinan PT BPL dan 2.000 Kayu

Kompas 2009-06-29/e-Paper:Lingkungan hal 22

Banda Aceh-  Direktorat dan Kriminal Kepolisian Aceh menyita 2.000 meter kubik kayu campur dari jenis meranti dan lainnya, yang di duga hasil pembalakan liar yang dilakukan PT Bumi Pantai Lestari Pantai Lestari, di Desa Suenobok Bayu, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Polisi juga menahan SYAF, Wakil Direktur BPL, yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan pembabatan hutan tersebut.

“Tersangka kemarin kami tahan. Dia mengaku mendatangani semua surat-surat pelaksanaan kegiatan pembabatan hutan tersebut, dan mengawasi langsung jalannya kegiatan perusahaan lahan yang dimaksud”, kata Direktur Ditreskrim Polda Aceh Komisaris Besar Wahab Saroni, Banda Aceh, akhir pekan lalu.

Polisi juga sudah menyita 10 unit alat berat , buldozer dan mesin pemotong kayu yang di duga digunakan PT PBL, untuk membabat hutan. Ratusan kayu gelondongan dari jenis meranti kualitas nomor satu, dengan diameter lebih dari 50 sentimeter, juga di temukan lokasi.

Wahab menjelaskan, PT PBL merupakan rekanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banda Aceh, pemenang tender pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit.

Dalam kontrak kerja sama dengan Dishutbun Provinsi NAD,  PT PBL  akan melaksanakan kerja pembabtan hutan seluas 900 hektar. namun, lahan yang akan dikerjakan terbagi atas dua bagian yaitu, seluas 500 hektar, dan seluas 400 hektar.

Lebih lanjut, Wahab menyatakan PT PBL di duga telah menyalahi kontrak karena selain membabat hutan yang tertera dalam perjanjian, juga membabt hutan diluar area yang telah ditetapkan oleh Dishutbun Provinsi NAD, luas lahan yang dibabat PT PBL di luar area yang telah disepekati seluas 100 hektar.

“Perusahaan itu diduga memotong pohon dan mengambil kayu-kayu di luat areal yang telah ditentukan dalam kontrak tanpa memilki izin pemanfaatan kayu yang sah, ” ungkap Wahab.

Pengerjaan pembabatan hutan di lakukan berdasarkan rencana Dishutbun Provinsi NAD yang akn dilakukan pembukaan perkebunan kelapa sawit dengan metode pembersihan atau pembabatan lahan seharusnya selesai dalam waktu 120 hari, sejak September 2008, berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani.

Menurut Wahab, pengawas hutan tidak memantau lapangan, sehingga PT BPL menebang di luar areal lahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: