Kura Leher Ular Rote Kembali ke Habitat

Kompas 2009-06-29/Konservasi

image 

Rote – Kabupaten Rote Ndao memiliki jenis reptilia unik yang tidak tidak terdapat di tempat lain di dunia.

Reptilia ini adalah Kura-Kura Leher Ular Rote atau Chelodina mccordi. Reptilia ini termasuk ordo testudines dari family chelidae dan sub family chelodina.

Kura-kura kecil leher panjang ini dinyatakan sebagai spesies baru tahun 1994 setelah dilakukan penelitian oleh lembaga ilmiah bekerja sama dengan Departemen Kehutanan. Spesies ini merupakan pecahan dari C. Novaeguineae.

Tapi sayang, akibat diperjualbelikan, kura-kura leher ular tidak ada lagi di wilayah Rote Ndao. Masyarakat Rote Ndao bahkan telah lupa dengan keberadaan kura-kura ini.

Reptil yang hidup endemik di Danau Naluk dan Danau Enduy Pulau Rote ini justru dikembangbiakkan di daerah lain.

Agar spesies ini tidak punah, Departemen Kehutanan memandang perlu mengembalikan kura-kura ini pada habitatnya di Pulau Rote agar populasinya naik di habitat aslinya.

Upaya pelestarian kura-kura ini sesuai amanat Undang-undang No.5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, PP/8/1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar, Permenhut no. P.19/Menhut-II/2005 tentang penangkaran tumbuhan dan satwa liar bab X tentang pengembalian ke habitat alam (restocking) dan status satwa purna penangkaran.

Menurut rencana kura-kura leher ular Rote akan dilepasliar di Danau Peto di wilayah Desa Maubesi, Kecamatan Roteng, Kabupaten Rote Ndao. Spesies kura-kura leher ular Rote yang akan dikembalikan ke habitatnya di Pulau Rote sebanyak 40 ekor.

Kura-kura ini akan dilepasliarkan di danau Peto sebagai alternatif danau untuk dijadikan lokasi habitat kura-kura tersebut.

Menurut Asisten II Pemkab Rote Ndao, Drs. Sonny Sayd menyatakan kura-kura ini langka dan hampir punah. Bahkan di Pulau Rote   sudah tidak ada lagi sehingga yang ada di penangkaran akan dikembalikan ke habitatnya dan dikembangbiakan. Pelepasan kura-kura kehabitanya rencananya akan kan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, tanggal 10 Juli 2009 setelah pelaksanaan pilpres.

Kura-kura leher ular dewasa bisa mencapai ukuran 15-25 cm dan memiliki bentuk karapas yang unik dengan sisi karapas melengkung ke atas. Reptil ini acap ditemukan di toko-toko hewan walau di tempat asalnya mereka sudah sulit dijumpai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: