Dana Sampah Untuk Pendidikan Gratis di Bekasi

Antara News 2009-06-29/Peristiwa

Bekasi  Dana hasil pengolahan sampah yang mengandung gas metan tinggi hingga menyebabkan penipisan lapisan ozon menjadi bahan ramah lingkungan melalui proses “landfill gas flaring” akan digunakan untuk mendanai pendidikan gratis di kota Bekasi.

Minggu kemarin (28/6), Kepala Badan Pengelola Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kota Bekasi, Dudi Setiabudhi menyatakan diperkirakan setiap tahun gas metan yang diolah bisa mencapai 50 ribu ton dengan kompensasi sebesar 10 euro setiap ton. Dana yang terkumpul sebesar 10 persen akan menjadi milik Pemkot Bekasi.

Duji mengatakan, dana yang disediakan oleh PBB tersebut diperkirakan bisa diterima setidaknya pada triwulan III 2009 karena pabrik pengolahannya sudah selesai dan siap beroperasi ditempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Sepuluh persen dari dana itu untuk Pemkot Bekasi, tujuh persen untuk warga sekitar tempat sampah dan 83 persen untuk investor.

Pada tiga bulan 2009 terhitung April-Juni akan dilakukan registrasi, setelah itu dilakukan validasi dan dicek oleh validator lembaga PBB untuk mengetahui berapa sampah yang dibakar.

Dana itu baru bisa diterima dari lembaga PBB bila sudah terpenuhi delapan proses, dimulai menyusun tim, studi kelayakan sampai mendapatkan “certified emision reduction”,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, menyatakan, telah melakukan pencanangan mendanai pendidikan gratis dari kompensasi sampah yang diolah menjadi bahan ramah lingkungan.

Ia mengatakan, Pemkot Bekasi telah mendapat berkah atas banyaknya sampah baik dari Jakarta maupun sampah dihasilkan penduduk setempat dan ternyata bila diolah mampu memberikan kontribusi cukup besar.

Pendidikan gratis di kota Bekasi memerlukan biaya cukup besar mencapai puluhan miliar rupiah per tahun, dan bila kegiatan pengolahan sampah berjalan lancar serta validasi usai dilakukan, maka dana tersebut menjadi berkah tak terhingga bagi warga Bekasi.

Ia juga menambahkan, bahwa warga masyarakat kota Bekasi tidak perlu malu hati atas kontribusi sampah untuk membiayai pendidikan gratis selama diperoleh dengan cara benar dan sumber dananya justru berasal dari lembaga dunia.

Pengelolaan sampah di Kota Bekasi dananya murni berasal dari investor Jepang, Kogyo, dengan mendapatkan pengelolaan selama 30 tahun dan 83 persen dari hasil kompensasi PBB atas pengelolaan gas metan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: