Warga Tutup Akses Angkutan Batu Bara

Kompas.Com 2009-06-26/Regional

Kalimantan- Jumat (26/6), Sekitar 50 orang warga berunjuk rasa dan menutup akses angkutan batu bara PT Teguh Sinar Abadi di Kampung Jerakng Dayaq, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

“Kami menutup jalan itu sejak Senin (22/6) lalu sebagai protes karena kawasan adat diganggu,” kata Kepala Adat Kampung Jerakng Dayaq Ali Geru Kerti Yudha saat dihubungi dari Kota Samarinda.

Ali Geru menyatakan, seluas 150 hektar kawasan adat warga ternyata bagian dari areal konsesi PT Teguh Sinar Abadi (TSA). Padahal, kawasan itu sudah dikuasai turun temurun oleh warga sejak abad ke-19 dimana Ali Geru merupakan keturunan ke-8. Kawasan itu berupa hutan budidaya tradisional warga atau lembo dan kuburan para leluhur.Kami geram sebab kegiatan perusahaan telah merusak enam kuburan, kata Ali Geru.

Msyarakat meminta perusahaan mengganti rugi kerusakan yang ditimbulkan. Mereka bersedia melepas kawasan itu tetapi dengan harga cukup tinggi yakni Rp 75 juta per hektar. Mereka menolak tawaran perusahaan yang bersedia membayar Rp 1 juta per hektar. Jika tawaran tidak dipenuhi, warga siap mengajukan kawasan 150 hektar itu sebagai hutan lindung agar tidak bisa diganggu lagi oleh perusahaan.

Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat Ajun Komisaris Besar I Wayan Sunartha mengatakan, sudah berkali-kali berusaha mempertemukan kedua pihak tetapi gagal. Perusahaan kabarnya sudah pernah mengganti rugi lahan yang diklaim warga Kampung Jerakng Dayaq itu tetapi dibantah warga.

Kami menyayangkan masalah ini belum juga dilaporkan perusahaan secara resmi kepada kepolisian, kata Wayan Sunartha. Mungkin perusahaan masih ingin bernegosiasi dengan warga dan menyelesaikan masalah itu sendiri. Polisi ber siaga untuk mencegah masalah itu meluas.

TSA merupakan salah satu anak perusahaan Grup Bayan sebagai produsen batu bara terbanyak ke-8 di Indonesia. Areal konsesi TSA berada pada lahan seluas 5.495 hektar. TSA memulai operasi pada 2008 dan ditargetkan memproduksi 1 juta ton batu bara pada 2009.

Operasional TSA pernah dihentikan sementara karena menambang di luar areal yang disetujui pemerintah. Kontan edisi 1 Mei 2009 memberitakan lahan TSA tumpang tindih seluas 2.905 hektar dengan PT Permata Lawa Sejahtera yang membuat Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro ikut terseret masalah tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: