Mesin Pengeruk Akan Diuji Lagi

Kendari Pos  2009-06-25/Hal 11 Metro

Hingga saat ini belum ada kejelasan jadwal pengerukan Teluk Kendari. Dengan berbagai alasan pengunduran tersebut. Padahal, kesiapan operasional pengerukan memang dipengaruhi faktor teknis perakitan mesin yang terkesan tertutupi.

Syamsul Bahri Sangga, Kadis PU Kota Kendari kembali menegaskan akan melakukan launcing pengerukan pekan depan. Jadwal peresmian penerukan tinggal menunggu intruksi dari WaliKota Kendari.

“Semua persiapan mesin sudah siap untuk proses pengerukan. Malah sudah di lakukan ujicoba beberapa kali dan hasilnya cukup mengembirakan”, ungkapnya  saat di temui usai membahas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh PPLH UMK di aula Badan Lingkungan Hidup Kota Kendari, kemarin (24/6).

Dalam pekan ini, uji coba akan terus dilakukan guna memastikan optimaslisasi kesiapan mesin pengeruk tersebut. Persoalan teknis perakitan mesin pengeruk dinilai sudah tidak ada lagi kendala. Sayangnya, belum ada jadwal yang pasti untuk launcing pengerukan itu.

“Kita masih menungggu keputusan WaliKota. Yang jelas, mesin sudah siap dan dalam waktu dekat akan dipindahkan ke dekat TWT. Semua telah disiapkan, termasuk AMDAL-nya”, jelasnya.

AMDAL Pengerukan Dibahas

Pembahasan AMDAL penerukan teluk kendari dibahas di Badan Lingkungan Hidup besama dengan komponen yang berkompoten dalam pelaksanaan pengerukan itu, kemarin.

Penelitian AMDAL pengerukan Teluk Kendari dipercayakan pada Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH)  Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

Ilham, ST Ketua Tim Penyusunan AMDAL Pengerukan Teluk Kendari, mengungkapkan hasil survei yang dilakukan, perbandingan lumpur dan air di Teluk Kendari mecapai 40 banding 60. 

Sedimentasi tertinggi di dominasi dari sungai Wanggu dan besarnya sampah berasal dari kali Mandonga.

Menurut dia, pengerukan hanya bersifat mengobati saja. Olehnya itu, kami mengusulkan kepada Pemkot Kendari agar tindakan pencegahan dengan berbuat cekdam di depan Sungai Wanggu sehingga sedimen yang masuk ke Teluk kendari akan kurang.

Dampak dari pengerukan teluk, berada pada perluasan lapangan kerja baik saat perakitan mesin sampai pengankutan sedimen yang mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat. Selain itu, hasil dari pengerukan nantinya akan memperbaiki perkembangan biota laut.

Ilham menjelaskan, dampak negatifnya juga tak sedikit yakni akan menyebabkan akibat proses penyedotan dan pengangkutan lumpur, akan ada gangguan kebisingan akibat bunyi mesin penyedot dan mobilisasi pengakutan lumpur.

“Kehidupan biota laut akan terganggu dan menyebabkan penurunan”, ungkapnya.

Namun, menurutnya semua dampak negatif pengerukan Teluk Kendari tetap diminimalisir. Berbagai langkah-langkah telah diusulkan dalam operasionalnya nanti dalam laporan AMDAL tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: