Polisi Periksa Karyawan Tambang yang Runtuh

Kompas 2009-06-24/e-Paper Nusantara hal 23

Tenggarong- Selasa (23/6) Kepolisian Resort Kutai Kartanegara kembali memeriksa Kepala Teknik Tambang, Suryanto, dan empat karyawan Fajar Bumi Sakti, terkait dengan runtuhnya dinding tambang batu bara dalam tanah menyebabkan seorang tewas Senin lalu.

Kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian  Resort (Polres) Kutai Kartanegara, Ajun Komisaris, Airf Budiman yang ditemui Tenggorong, Kalimantan Timur, pihaknya belum mengetahui penyebab kejadian tersebut. Apakah ada unsur kelalaian atau kecelakaan murni.

Menurut Arif, bahwa pihaknya akan memeriksa dan memanggil pihak dari Manajemen PT  Fajar Bumi Sakti.

Sebagaimana yang diberitakan selama ini, pertambangan batu bara tersebut terletak di Kelurahan Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan dikelola PT Fajar Bumi Sakti.

Peristiwa nas terjadi Senin dini hari itu, Pantes harjo (50), karyawan PT Fajar Bumi Sakti, tewas tertimbun reruntuhan, sedangkan dua karyawan lainnya, Tony Harijanto (35), dan Hairuddin, berhasil meloloskan diri.

Meski demikian, Tony cedera di sekujur tubuhnya, sehingga sampai kemarin masih di rawat di Rumah Sakit Islam Samarinda.

Akibatnya, sejak kemarin aktivitas penggalian batu bara dalam tanah itu dihentikan untuk sementara. Dalam pemeriksaan kemarin, General Manajer Fajar Bumi Sakti, Muchtar Hamzah, juga datang ke kantor  Polres Kutai Kartanegara.

“Dia ingin tahu siapa saja manajemen yang akan diperiksa dan meminta pemeriksaan cepat bisa dilakukan,” ungkap Arief.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi dibantu inspektur tambang pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Kabupaten Kutai Kartanegara .

Sekedar informasi, PT Fajar Bumi Sakti, didirikan pada tanggal 23 September 1978. Perusahaan ini mendapat izin eksploitasi kuasa pertambangan batu bara dari  pemerintah pusat.

Menurut Kepala Seksi Pengusahaan Pertambangan Distamben Kaltim, Markus Taralo, kewenangan pengawasan dan pengelolaan pertambangan dibawah Dinas Pertambangan Kutai Kartanegara sejak tahun 1999.

Markus menambahkan, terkait dengan runtuhnya tambang, tiga staf kami dimintai membantu penyelidikan oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

Muchtar Hamzah menjelaskan, tambang bara di mulai beroperasi sejak tahun 1982. Selain memiliki izin pertambangan dalam tabah, PT Fajar Bumi Sakti memiliki sekitar 1.200 pekerja, yang telah mengantongi  izin eksploitasi batu bara dengan teknik tambang terbuka.

Adapun areal konsesi PT Fajar Bumi Sakti 10.000 hektar. Areal tersebut di duga mengandung batu bara berkalori tinggi  (high grade coal) dengan cadangan sekitar 98 juta ton. Produksi batu bara diprediksi mampu memproduksi sekitar 2,3 juta ton batu bara per tahun dan diperkirakan bisa menghasilkan 133 juta dollar AS (pendapatan perusahaan tahun ini).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: