Tambang Batu Bara Runtuh, Seorang Pekerja Tewas

Kompas 2009-06-22/ Nusantara

 

 image

TENGGARONG- Satu pekerja tewas dan seorang lainnya terluka akibat runtuhnya tambang batu bara dalam tanah di areal PT Fajar Bumi Sakti di Kelurahan Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (22/6) pukul 01.30 Wita.

“Kecelakaan itu mengakibatkan penggalian batu bara dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tambang ditutup untuk penyelidikan polisi,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kutai Kartanegara Ajun Komisaris Arif Budiman.

Korban tewas bernama Pantes Harjo (50), warga Desa Loa Sumber, Kecamatan Loa Kulu. Korban ditemukan tim pencari pada pukul 11.20 Wita dan berhasil dievakuasi pada pukul 11.45 Wita. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Parikesit di Tenggarong, ibu kota Kutai Kartanegara.

Korban yang terluka bernama Toni Harijanto (35), yang tinggal di kompleks karyawan PT Fajar Bumi Sakti (FBS) di Loa Ulung. Korban selamat yang menjadi saksi kunci ialah Hairuddin (35), warga Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong.

Hairuddin mengatakan, dirinya, Toni, dan Pantes ialah pekerja yang bertugas memasang penyangga dinding gua. Lokasi runtuhnya dinding tambang terletak sekitar 1,5 kilometer dari mulut gua. Dinding yang runtuh sepanjang 9 meter.

Menurut Hairuddin, sebelum kecelakaan kerja itu, mereka hendak mengencangkan penyangga dinding yang kendur dari bantalan. “Kami melihat ada semacam tanda-tanda penyangga terpeleset yang bisa membuat dinding tidak stabil dan runtuh sehingga kami mengencangkannya,” katanya.

“Namun, sebelum kami pasang dan kencangkan, terdengar bunyi krak seperti dahan patah. Saya teriak lari pak, akan ambruk,” kata Hairuddin lagi.

Waktu itu, Hairuddin berada di antara Toni dan Pantas. Masing-masing berjarak 1,5 meter dalam terowongan yang gelap gulita dan cuma diterangi lampu sorot pada helm. Toni sempat menghindar, lanjut Hairuddin, tetapi material gua menimbun lelaki itu sampai ke leher. Hairuddin menghindar dan selamat dari timbunan. Namun, naas bagi Pantas yang seluruh tubuhnya tertimbun material dan tewas.

“Saya dan teman-teman berhasil menyelamatkan Toni sekitar pukul 04.00 Wita, sedangkan Pantas tidak tertolong,” kata Hairuddin. Arif Budiman mengatakan akan segera memeriksa jajaran manajemen perusahaan tersebut untuk kepentingan penyelidikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: