Nuklir Bukan Solusi Perubahan Iklim

Kompas 2009-06-22/Hal 13 Lingkungan & Kesehatan

Penggunaan tenaga nuklir untuk bidang energi bukan solusi untuk mengatasi perubahan iklim. Tetapi dengan penggunaan energi yang jauh lebih sederhana yang perlu diupayakan.

Juru kampanye nulkir Greenpeace Regional Asia Tenggara, Tessa de Ryek, (21/6), Minggu, di Jakarta dalam acara peluncuran Komik Nuclear Meltdown: Pesan dari Kegelapan, “Tidak benar, jika penggunaan operasional pembangkit tenaga nuklir tidak mengeluarkan emisi karbon sebagai gas rumah kaca penyebab perubahan iklim,” ungkapnya.

Tessa juga mengungkapkan bahwa, pada saat ini penggunaan tenaga nuklir telah disalahpersepsikan sebagai solusi perubahan iklim. Jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil, pemanfaatan nuklir memang lebih sedikit mengeluarkan emisi. Tapi bahaya lain yang ditimbulkan berupa radiasi yang jauh lebih mengancam.

Masih Minim

Dalam acara ini pula, digelar seni teater Solar Generation, yang dilakonkan sejumlah kelompok anak muda Greenpeace yang sangat aktif menkampanyekan penggunaan energi terbarukan. Galih Aji Prasongko, sebagai koordinator Solar Generation bahwa, dengan implementasi efesiensi dan meningkatkan kapasitas energi terbarukan akan memberikan masa depan yang lebih baik.

Indonesia  adalah salah satu negara  yang menyimpan cadangan energi panas bumi terbanyak di dunia. Begitupula, dengan energi terbarukan yang berupa tenaga air, dan sinar matahari dalam berbagai skala hingga mikro hidro yang dapat memenuhi energi.

Melalui peluncuran Komik Nuclear Meltdown: Pesan dari Kegelapan, Greenpeace mendesak kepada pemerintah agar mengimplementasikan perundang-undangan yang terkait dengan penggunaan energi terbarukan secara massal. Hingga kini pemanfaatannya tidak lebih 5 persen dari potensi energi yang terbarukan.

“Pemerintah Indonesia perlu didorong secara tegas untuk mengganti rencana pembangunan PLTN , dengan pemanfaatan energi yang terbarukan. Selain resiko tinggi yang ditimbulkan, juga diperlukan biaya sekitar 2 milyar  euro untuk pembangunan PLTN untuk setiap reaktornya, dan pembangunan lamanya” ungkapnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: