Empat Hektar Lahan Terbakar

Kompas 2009-06-22/e-Paper:  Nusantara hal 23

Palangkaraya- Empat hektar lahan di dekat Universitas Kristen Palangkaraya, Kalteng, terbakar. Minggu (21/6) petang. Kebakaran itu meluas dengan cepat akibat tiupan angin kencag. Belum diketahui penyebab kebakaran atau pelakunya.

Regu unit TekniS Daerah (UPTD) Pemadam Kebaaran (Damkar) Pemerintah Kota Palangkaraya berusaha memadamkan kebakaran Minggu petang. Laporan masyarakat menyebutkan api mulai berkobar sekiatar pukul 17.00.

Kencangnya angin menyebabkan bunga api dari satu semak belukar terlontar dan mengobarkan rumpun belukar kering lain. Semak belukar di tepi jalan sudah hangus dan menyisakan kepulan asap, sementara api masih terlihat di beberapa titik di lokasi yang menjorok ke dalam.

Beberapa petugas langsung mendekati lokasi sambil memuukul-memukul belukar terbakar dengan ranting.

“Ini cara tradisional agar api tidak merambat”, ungkap Komandan Regi I UPTD Damkar Kota Palangkaraya, Sucipto.

Kepala UPTD Damkar Kota Palangkaraya Wawan Berlison menuturkan, kebakaran pada Minggu petang tersebut merupakan yang kelima kali dalam 10 hari.

Titik Api Bertambah

Di Sumatera Selatan, pada hari Minggu lokasi titik baru, yaitu di Kab. Musi Banyuasin, Kab. Musi Rawas masing satu titik serta di Kab. Ogan Komering Ilir tiga titik.

Berdasarkan pantauan UPTD Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Hutan dan Lahan Sumsel menunjukkan, jumlah titik api merupakan hasil pantauan satelit hari Sabtu pukul 16.00 hingga pukul 24.00.

Sementara hasil pantauan satelit pada hari Minggu sampai pukul 16.00 tidak menunjukkan adanya titik api.

Menurut Hot Spot Operator Unit Pelaksanaan Teknis Pengendalian Hutan dan Lahan Sumsel, Laut tarigan, sabtu, lokasi titik api berada di kawasan semak belukar atau rawa-rawa. Satelit juga memantau titik api yang muncul di lokasi yang sama selama 2-3 hari, yaitu di Muara Enim danOgan Komering Ilir.

Disepanjang jalan lintas timur Sumatera antara Palembang dan Indralaya, Sabtu, dari kejauhan tampak kepulan asap akibat kebakaran hutan kepala badan Meteorologi dan Geofisika Palembang M Irdham,menyebutkan,keberadaan titik api pemicu kebakaran lahan bakal terhambat cuaca.

Saat ini Sumsel dan sekitarnya  berada di sisklus kemarau basah sehingga hujan masih berpeluang turun meski intensitas tidak setinggi sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: