Usulan Sertifikat Tanah di Lokasi Tambang Tak Layak

Media Sultra 2009-06-19/Hal 7Daerah

Andi Rafiudin, Kepala BPN Kabupaten Bombana, mengungkapkan bahwa pemerintah tak dapat memproses usual penertiban sertifikat di lokasi tambang emas setempat. Karena kawasan tersebut berstatus kawasan hutan lindung dan produksi. “Sisi lain kawasan tersebut sudah diklaim oleh warga setempat sebagai tanah ulayat”, ungkapnya.

Berdasarkan ketentuan undang-undang pertanahan, dimana tanah ulayat hanya dapat dikuasai kelompok rumpun ulayat, dalam artian tidak bisa dikuasai secara perorangan. Kawasan itu justru harus dilindungi.  “Tidak boleh dimiliki secara perorangan, sehingga tidak bisa diterbitkan sertifikatnya, saya tolak semua usulan itu”, ungkapnya.

Perlu diketahui, tugas BPN hanya melaksanakan pemetaan dan verifikasi lahan di kawasan pertambangan teersebut. Dengan tujuan untuk mengetahui keberadaan lokasi yang dikuasai rumpun ulayat maupun kawasan hutan.

Menurut Andi Rafiudin, pihaknya sangat menentang upaya penguasaan tanah  di lokasi tambang secara individu, karena jika dipaksakan melanggar aturan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: