60 Persen Terumbu Karang Rusak

Media Indonesia 2009-06-19/Lingkungan

SURABAYA- Catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (Disperikla) Kabupaten Tuban, Jatim, menyebutkan bahwa dari 154,75 hektare terumbu karang yang ada diperairan Tuban, sekitar 92,48 hektare atau 60 persen di antaranya sudah rusak.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Disperikla) Jatim, Ir. R. Kardani, M.M. di Surabaya, Jumat, mengatakan, dengan adanya kerusakan terumbu karang tersebut, hasil ikan tangkapan nelayan di Kabupaten Tuban terus menurun.

Pasalnya, ikan yang ada di laut jumlahnya semakin menipis.
“Kerusakan banyak diakibatkan oleh polusi industri yang mencemari laut. Namun, menipisnya populasi ikan di perairan Tuban juga lebih banyak disebabkan karena rusaknya terumbu karang,” katanya mengungkapkan.

Dari data yang diperolehnya dari Diperikla Tuban tersebut, disebutkan bahwa kerusakan paling parah ada pada terumbu karang di wilayah Kecamatan Palang dan Kecamatan Jenu. Dengan kondisi tersebut, wajar jika selama ini hasil tangkapan nelayan terus mengalami penurunan.

“Kalau rumahnya sudah rusak, wajar sekali jika ikannya tidak ada. Dan kalau ikan sudah tidak ada, terus apa yang bisa diambil oleh para nelayan,” katanya menegaskan.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Disperikla Jatim, H. Erjono, menambahkan, kerusakan terumbu karang juga lebih banyak disebabkan oleh perilaku buruk para nelayan sendiri. Terutama mereka yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti “bondet” (bom ikan), jaring harimau dan sebagainya.

“Nelayan masih banyak yang menggunakan bom ikan untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Padahal, perilaku itu yang akan merugikan mereka sendiri dalam kurun waktu yang sangat lama,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, tingkat kesadaran nelayan sendiri dinilai masih kurang, sehingga proyek yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka itu, justru kurang begitu mendapat dukungan. Banyak unit terumbu karang buatan yang ditanam rusak terkena alat penangkap ikan. Bahkan sebagiannya lagi hilang dicuri.

“Memberi pengertian kepada nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan bukan hal yang mudah. Sebab sebagian besar nelayan belum memiliki perahu sendiri. Mereka kebanyakan melaut menggunakan perahu milik juragan perahu dengan model bagi hasil,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, Tuban sebenarnya termasuk daerah potensial untuk ikan tangkapan. Sumber daya ikan tangkapan mencapai 3,2 ton per kapal. Namun, potensi tersebut akan terus menyusut jika terumbu karang yang rusak tidak segera diremajakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: