Penerapan Denda Rp 50 Ribu Butuh Ketegasan

Media Sultra 2009-06-18/Hal 6 Ibukota

Sanks 50 ribu bagi warga/aparat Pemkot yang membuang sampah sembarangan di lingkungan kantor Walikota hingga saat ini belum dikenakan pada oknum yang melakukannya. Padahal dari pantauan di lapangan masih ditemukan puntung rokok dan sampah berceceran di halaman kantor, bahkan dirungan dilingkup kantor tersebut.

Kurangnya pengawasan diakui sebagai handicap terhadap penerapan sanksi yang tertuang dalam Perda K3.

Kemarin, (17/6) Wawali Musadar Mappasomba membenarkan bila sanksi tersebut harus dipertegas dengan munculnya SK Walikota yang intinya menugaskan pihak-pihak yang diberi kewenangan untuk mengawal penerpan perda tersebut.

Menurut Wawali, dirinya akan segera menghadap ke Walikota. Setelah penyelesaian masalah dirumuskan penertiban SK Walikota yang ini pokoknya menunjuk pada petugas-petugas dilapangan yang diberi mandat untuk mengawal aturan tersebut. Kendala yang dihadapi sekarang, para Satpol PP yang canggung menegur dan menindak oknum yang membuang sampah sembarangan dengan melihat jabatan dari oknum tersebut. Yang bisa saja pimpinannya.

Sementara itu, Sekot  Kaharuddin Hamiaso, mengaku akan memberikan sanksi langsung yang sesuai dengan aturan (denda Rp 50 ribu) pada oknum yang sembarangan membuang sampah tidak pada tempatnya. Diakuinya juga hingga saat ini belum ada satupun oknum yang dikenakan denda karena mungkin pada saat membuang sampah atau puntung rokoknya, tidak sempat terawasi.”Yang jelas, kalau saya temukan langsung saya tindaki”, tegasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: