Pengeboman Ikan Masih Terjadi

Kendari Pos 2009-06-17/Hal 16

Penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan di Konawe Selatan masih dilakukan. Volumenya sudah menurun. Suara bom ikan yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab masih bisa didengar warga disepanjang pesisir pantai Moramo Utara kurang lebih sebulan sekali.

Ketua Kelompok Pengawas Masyrakat Desa Tanjung Tiram, Kope, mengungkapkan bahwa, di tahun 2005 hampir setiap hari warga mendengar suara bom. Aksi penangkapan ikan dengan menggunakan bom mulai menurun mengusul masuknya Lembaga Yayasan Bahari Kendari Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu lembaga yang peduli dengan pelestarian lingkungan laut. Naslim, sebagai koordinator di wilayah tersebut, mengaku bahwa di Tanjung Tiram terumbu karang cukup bagus dan belum mengalami kerusakan parah. Perairan ini wajib dijaga. Untuk itu, pihaknya bekerjsama dengan pemerintah setempat berinisiatif membentuk Pokmaswas untuk mejaga kelestarian lautnya.

Selama ini yang menjadi kendala yang dihadapi Pokmaswas, adalah belum ada dana bantuan operasional untuk berpatroli dari pemerintah setempat, sehingga masyarakat dan Pokmaswas jadi kerepotan. Seperti halnya, bahan bakar perahu yang diambil dari iuran anggota, setiap kali turun lapangan. Bukan hanya biaya yang ditanggung, nyawa mereka pun menjadi taruhan jika mereka harus berhadapan langsung dengan pelaku pengeboman ikan. “Pelaku pengeboman tidak kerap pula mengancam kami dengan melemparkan bom,” unkap Kope.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: