Miskin, Lapar, Penyakitan, Bencana yang Mengintai Manusia hingga 2050

Kompas- Rabu 17 Juni 2009

Dalam pertemuan antar pemerintah yang membahas perubahan iklim memperkirakan pertambahan konsentrasi gas rumah kaca secara terus-menerus yang mengakibatkan meningkatnya temperatur bumi dua hingga tiga derajat celsius pada 2050.

Menurut Penasihat Kesehatan Lingkungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perwakilan Indonesia, Sharad Adhikary, di Jakarta, bahwa meningkatnya temperatur bumi akan diikuti dengan melelehnya es di kutub dan meningkatnya ketinggian laut. Kondisi tersebut akan terus berlanjut jika manusia terlambat mengadopsi tindakan efektif untuk mengontrol lebih dari 70 juta ton gas rumah kaca yang setiap tahun dibuang ke lapisan tipis atmosfer.

Keseimbangan atmosfer yang menopang kehidupan umat manusia saat ini telah luar biasa rapuh. Kerusakan akibat perbuatan manusia yang terus melepaskan gas rumah kaca akan mengakibatkan konsekuensi drastis yang melintasi batas ras, etnis, agama, ekonomi, dan politik. Dan akibatnya, bumi dan manusia di atasnya akan menjadi lebih miskin, lapar, berpenyakit, serta bencana banjir,” katanya.

“Tidak ada satu pun manusia atau negara yang dapat menghindar dari dampak perubahan iklim ini”, katanya. Ia juga menambahkan, diperlukan cara untuk beradaptasi dan membangun ketahanan akibat kerentanan dari perubahan iklim yang hingga saat ini masih menjadi pernyataan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: