Aceng Nyaris Mati akibat Ulah Manusia

Kompas 2009-06-17/Konservasi

image

BOGOR-Hasil laporan wartawan KOMPAS Benny N. Joewono

Aceng adalah nama seekor macan tutul (Panthera pardus). Tidak diketahui secara persis mengapa macan tutul muda ini dinamai Aceng. Ada yang mengatakan dari sebutan masyarakat di sekitar hutan lindung Gunung Karang, Pandeglang, Banten.

Salah satu staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gadog, Dharma menyatakan, pemberian nama aceng dikarenakan macan ini sangat doyan daging celeng. Saat ditemukan, 28 Agustus 2008, kondisi Aceng nyaris mati. Aceng terjerat kawat sling hingga hampir memutuskan tulang kakinya. Kata masyarakat setempat, macan tutul muda ini sudah hampir satu minggu terjerat.

Untuk mengevakuasi Aceng, melibatkan berbagai pihak, seperti Kodim, IAR, PPS Gadog, dan BKSDA. Medannya hutan Gunung Karang cukup berat. Tim harus berjalan sekitar 4 kilometer menuju lokasi Aceng terjerat. Beruntung, setelah dibius dua kali, Aceng berhasil dievakuasi dan dibawa menuju PPS Gadog untuk proses penyembuhan lukanya yang sangat parah. “Saat kami evakuasi, kondisinya memang sangat parah. Kami sempat mengira tidak bisa menyelamatkan nyawanya,” ungkap Dharma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: